— Bagian 3 · Ini adalah bab revisi. Di dalamnya memberikan ga… —
Bagian 3
Ini adalah bab revisi. Di dalamnya memberikan gambaran lengkap tiga keadaan mudhari: yakni marfu, mashub dan majzum.
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- I'rab pada isim jamak mudzakar salim: Kita telah mempelajari bentuk jamak mudzakar salim pada Buku 1. Contoh: مُسْلِمُونَ ، مُهَنْدِسُونَ ، مُدَرِّسُونَ ، فَلَّاحُونَ .
Pada keadaan marfu, ia berakhiran –ûna' dan pada keadaan manshub dan majrur memiliki akhiran '-îna'. Contoh:
Marfu : 'Guru-guru (itu) telah keluar' (al-mudarris- ûna) خَرَجَ الْمُدَرِّسُونَ
Manshub : 'Saya telah melihat guru-guru (itu) (al-madarris-îna) رَأَيْتُ الْمُدَرِّسِينَ
Majrur : 'Saya telah pergi (menemui) guru-guru (itu) (al-mudarris-îna) ذَهَبْتُ إِلَى الْمُدَرِّسِينَ
Perhatikan, bentuk jamak mudzakar memiliki akhiran yang salam dalam keadaan manshub dan majrur.
Berikut beberapa contoh:
'Para insinyur (itu) telah pergi ke kantor mereka.' ذَهَبَ الْمُهَنْدِسُونَ إِلَى مَكْتَبِهِمْ
'Saya telah melihat para petani (itu) di lahan.' رَأَيْتُ الْفَلَّاحِينَ فِي الْحُقُولِ
'Ini rumah-rumah para guru (itu).' هَذِهِ بُيُوتُ الْمُدَرِّسِينَ
- Bilangan عِشْرُونَ … تِسْعُونَ . Bilangan-bilangan ini disebut 'uqud ( الْعُقُودُ ).
Mereka memiliki bentuk jamak mudzakar salim dan oleh karena itu i'rab-nya seperti jamak mudzakar salim. Contoh:
Marfu : 'Ada 20 orang siswa di kelas' فِي الْفَصْلِ عِشْرُونَ طَالِبًا
Manshub : 'Saya (telah) membaca 20 buku' قَرَأْتُ عِشْرِينَ كُتُبًا
Majrur : 'Saya (telah) membelinya seharga 20 riyal' اِشْتَرَيْتُهُ بِعِشْرِينَ رِيَالًا
- Kita telah mempelajari bilangan 21 – 30 dengan ma'dud mudzakar. Sekarang kita mempelajari bilangan yang sama dengan ma'dud muannats.
Perhatikan yang berikut:
a) 21 : bagian pertama dari bilangan dengan ma'dud mudzakar adalah وَاحِدٌ dan dengan ma'dud muannats إِحْدَى :
وَاحِدٌ وَعِشْرُونَ طَالِبًا / إِحْدَى وَعِشْرُونَ طَالِبَةً
b) 22 : Bagian pertama bilangan dengan ma'dud mudzakar adalah اِثْنَانِ dan dengan ma'dud muannatas اِثْنَتَانِ .
اِثْنَانِ وَعِشْرُونَ طَالِبًا / اِثْنَتَانِ وَعِشْرُونَ طَالِبَةً
c) 23-29 : bagian pertama dari bilangan-bilangan ini dengan ma'dud mudzakar adalah muannats dan ma'dud muannats adalah mudzakar:
ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُونَ طَالِبًا / ثَلَاثٌ وَعِشْرُونَ طَالِبَةً
d) 'Uqud memiliki bentuk yang sama dengan ma'dud mudzakar demikian juga ma'dud muannats.
- Perhatikan yang berikut:
'Saya tidak makan dan tidak juga minum' لَا أَكَلْتُ وَلَا شَرِبْتُ
'Dia tidak membaca dan tidak juga menulis ' لَا قَرَأَ وَلَا كَتَبَ
Untuk menyampaikan pesan 'tidak…dan tidak juga…', partikel negatif لَا digunakan dengan madhi dan bukannya مَا .
- Perhatikan: 'Al-Muwaththa oleh Imam Malik' الْمُوَطَّأُ لِلْإِمَامِ مَالِكٍ
'Lisan al-Arab oleh Ibnu Munzir' لِسَانُ الْعَرَبِ لِابْنِ مَنْظُورٍ
Dalam contoh seperti diatas, لِ digunakan untuk merujuk pada penulis buku dan diterjemahkan dengan kata 'oleh'.
🖎 Latihan:
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
-
Bacalah contoh bentuk jamak mudzakar.
-
Tulislah bentuk jamak mudzakar untuk kata-kata benda berikut.
-
Pelajarilah 'uqud.
-
Pelajarilah i'rab bentuk jamak mudzakar.
-
Isilah bagian yang kosong dari setiap kalimat berikut dengan kata yang terdapat di dalam kurung setelah perubahan yang sesuai.
-
Isilah bagian yang ksong dalam setiap frasa berikut dengan kata yang terdapat di dalam kurung setelah perubahan yang sesuai.
-
Bacalah kalimat-kalimat berikut, dan tulislah dengan mengganti angka dengan kata-kata.
-
Pelajarilah bilangan 21 – 30 dengan ma'dud muannats.
-
Bacalah kalimat-kalimat berikut, dan kemudian tulislah dengan menggnati angka dengan kata-kata.
-
Pelajarilah contoh-contoh 'tidak…dan tidak juga…'
| pertemuan,<br/>kongres<br/>kisah | اِجْتِمَاعٌ<br/>قِصَّةٌ | hall (aula) | قَاعَةٌ |
|---|---|---|---|
| nabi | نَبِيٌّ | (a-a) lulus ujian | نَجَحَ يَنْجَحُ |
| detik | ثَانِيَةٌ | (a-u) gagal ujian | رَسَبَ يَرْسُبُ |
| keluarga | أُسْرَةٌ | hadiah, penghargaan | جَائِزَةٌ |
Pelajaran ini berkenaan dengan bilangan. Semua kaidah mengenai bilangan yang telah dijelaskan sebelumnya dikumpulkan disini. Kami meringkas semua kaidah dibawah sub bagian berikut:
- Kaidah mengenai bilangan ( عَدَدٌ )
a) وَاحِدٌ / اِثْنَانِ : Ini sejenis dengan ma'dud, dan mengikuti ma'dud sebagai kata sifat.
Contoh: كِتَابٌ وَاحِدٌ ، كِتَابَانِ اِثْنَانِ سَيَّارَةٌ وَاحِدَةٌ ، سَيَّارَتَانِ اِثْنَتَانِ
b) ثَلَاثَةٌ ... عَشَرَةٌ : Adad tidak sejenis dengan ma'dud. Jika ma'dud adalah mudzakar maka adad-nya muannats, dan sebaliknya. Contoh: ثَلَاثَةُ رِجَالٍ ، وَثَلَاثُ نِسَاءٍ
c) أَحَدَ عَشَرَ / اِثْنَاعَشَرَ : Kedua bagian adad sejenis dengan ma'dud. Contoh: أَحَدَ عَشَرَ طَالِبًا ، إِحْدَى عَشْرَةَ طَالِبَةً اِثْنَا عَشَرَ طَالِبًا ، اِثْنَتَا عَشْرَةَ طَالِبَةً
d) ثَلَاثَةَ عَشَرَ ... تِسْعَةَ عَشَرَ : Bagian kedua adad selaras dengan ma'dud, sedangkan bagian pertama adad tidak. Contoh: ثَلَاثَةَ عَشَرَ طَالِبًا ، ثَلَاثَ عَشْرَةَ طَالِبَةً
e) عِشْرُونَ ... تِسْعُونَ ، مِائَةٌ ، أَلْفٌ : Adad ini tidak berubah mengikuti jenis ma'dud. Contoh: خَمْسُونَ مُسْلِمًا / مُسْلِمَةً ؛ مِائَةُ طَالِبٍ / طَالِبَةٍ
f) مِائَتَانِ / أَلْفَانِ : Ketika ma'dud disebutkan, nun dihilangkan. Contoh: مِائَتَا رِيَالٍ ، أَلْفَا دُولَارٍ
- Kaidah berkenaan dengan ma'dud:
a) Ma'dud dari angka 3 – 10 adalah jamak majrur, contoh: ثَلَاثَةُ كُتُبٍ
b) Ma'dud dari angka 11 – 99 adalah mufrad manshub: أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا
c) Ma'dud angka 100 dan 1000 adalah mufrad majrur: أَلْفُ رِيَالٍ
- I'rab adad
a) وَاحِدٌ / اِثْنَانِ : Ini digunakan sebagai ajektif (kata sifat), contoh:
| عِنْدِي رِيَالٌ وَاحِدٌ<br/>أُرِيدُ رِيَالًا وَاحِدًا<br/>هٰذَا الْقَلَمُ بِرِيَالٍ وَاحِدٍ | عِنْدِي رِيَالَانِ اِثْنَانِ<br/>أُرِيدُ رِيَالَيْنِ اِثْنَيْنِ<br/>هٰذَا الْقَلَمُ بِرِيَالَيْنِ الْاِثْنَيْنِ |
|---|
b) ثَلَاثَةُ ... عَشَرَةُ : Angka-angka ini mengalami perubahan, contoh:
| (khamsat-u)<br/>(khamsat-a)<br/>(khamsat-i) | عِنْدِي خَمْسَةُ رِيَالَاتٍ<br/>أُرِيدُ خَمْسَةَ رِيَالَاتٍ<br/>هٰذَا الْقَلَمُ بِخَمْسَةِ رِيَالَاتٍ |
|---|
c) أَحَدَ عَشَرَ ... تِسْعَةَ عَشَرَ : Angka-angka ini tidak mengalami perubahan. Tidak berubah, kecuali اِثْنَا dan اِثْنَتَا . Contoh:
| عِنْدِي خَمْسَةَ عَشَرَ رِيَالًا<br/>أُرِيدُ خَمْسَةَ عَشَرَ رِيَالًا<br/>هٰذَا الْقَلَمُ بِخَمْسَةَ عَشَرَ رِيَالًا | (khamsata asyara)<br/>(khamsata asyara)<br/>(khamsata asyara) |
|---|
Hanya kata اِثْنَا dan اِثْنَتَا pada اِثْنَا عَشَرَ dan اِثْنَتَا عَشَرَ berubah seperti dual.
Kata عَشَرَ dan عَشَرَةَ tetap tidak berubah. Contoh:
| itsnâ<br/>itsnai<br/>ithnai | عِنْدِي اِثْنَا عَشَرَ رِيَالًا<br/>أُرِيدُ اِثْنَيْ عَشَرَ رِيَالًا<br/>هٰذَا الْقَلَمُ بِاثْنَيْ عَشَرَ رِيَالًا | itsnatâ<br/>itsnatai<br/>itsnatai | عِنْدِي اِثْنَتَا عَشْرَةَ رُوبِيَّةً<br/>أُرِيدُ اِثْنَتَيْ عَشْرَةَ رُوبِيَّةً<br/>هٰذَا الْقَلَمُ بِاثْنَتَيْ عَشْرَةَ رُوبِيَّةً |
|---|
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
d) Uqud ( عِشْرُونَ … تِسْعُونَ ) berubah sebagaimana jamak mudzakar salim. Contoh:
sitt-ûna أَعْدَدْتَ سِتُّونَ رِيَالاً ؟
sitt-îna أُرِيدُ سِتِّينَ رِيَالاً
sitt-îna هٰذَا الْكِتَابُ بِسِتِّينَ رِيَالاً
e) مِائَةٌ / أَلْفٌ : Angka ini mengalami perubahan, contoh:
'Ganjinya $1000' (alf-u) مُرَتَّبُهُ أَلْفُ دُولاَرٍ
'Saya mengambil $1000 (alf-a) أَخَذْتُ أَلْفَ دُولاَرٍ مِنْهُ darinya' 'Saya membelinya $1000' (alf-i) اِشْتَرَيْتُهُ بِأَلْفِ دُولاَرٍ
f) مِائَتَا / أَلْفَا :Ini adalah dual, dan karenanya mengalami perubahan. Contoh:
'Honornya 2000 riyal' (alf-â) أُجْرَتُهُ أَلْفَا رِيَالٍ
'Dia tidak ingin 2000 riyal' (alf-ai) مَا يُرِيدُ أَلْفَيْ رِيَالٍ
'Dia bekerja untuk 2000 riyal' (alf-ai) يَعْمَلُ بِأَلْفَيْ رِيَالٍ
g. ثَلاَثُمِائَةٍ … تِسْعُمِائَةٍ : Dalam bilangan ini, kata مِائَةٍ adalah majrur karena ia merupakan mudhaf ilaihi. Dalam bilangan ini, mudhaf digabungkan dengan mudhaf ilaihi dalam penulisan. Mudhaf berharakat akhir sesuai dengan kedudukannya dalam kalimat. Contoh:
(tsalâts-u mi'at-i) عِنْدِي ثَلاَثُمِائَةِ رِيَالٍ
(tsalâts-a mi'at-i) أُرِيدُ ثَلاَثَمِائَةِ رِيَالٍ
(tsalâts-i mi'at-i) اِشْتَرَيْتُ بِثَلاَثِمِائَةِ رِيَالٍ
[Logo with Arabic calligraphy and "RM" text]
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
Perhatikan bahwa ثَمَانِمِائَةٍ asalnya adalah ثَمَانِيمِائَةٍ . Yâ telah dihilangkan, sehingga نِ dalam kata tersebut tetap tidak berubah.
- Kata أَلْفَ bisa berupa adad dan ma'dud pada saat yang bersamaan. Contoh:
'tiga ribu riyal'
ثَلَاثَةُ آلَافِ رِيَالٍ
'enam belas ribu riyal'
سِتَّةَ عَشَرَ أَلْفَ رِيَالٍ
'tiga puluh ribu riyal'
ثَلَاثُونَ أَلْفَ رِيَالٍ
'seratus ribu riyal'
مِائَةُ أَلْفِ رِيَالٍ
Pada contoh ini kata أَلْفَ (atau آلَافَ) adalah ma'dud sehubungan dengan angka sebelumnya, dan merupakan adad sehubungan dengan kata yang menikutinya.
- Bila adad berfungsi sebagai mudhaf, maka ia tidak memiliki tanwin ketika ma'dud disebutkan, dan memiliki tanwin ketika ma'dud dihilangkan. Contoh:
كَمْ رِيَالًا عِنْدَكَ ؟
عِنْدِي عَشَرَةُ رِيَالَاتٍ atau عِنْدِي عَشَرَةٌ
بِكَمْ اشْتَرَيْتَ هَذِهِ السَّاعَةَ ؟
'Dengan harga berapa kamu membeli jam tangan ini?'
بِأَلْفِ رِيَالٍ atau بِأَلْفٍ يَا أَخِي
كَمْ رِيَالًا تُرِيدُ ؟
أُرِيدُ عِشْرِينَ أَلْفَ رِيَالٍ atau عِشْرِينَ أَلْفًا يَا أَخِي
- Membaca adad. Ketika membaca adad adalah lebih baik untuk memulai dari angka satuan, kemudian puluhan, kemudian ratusan, dan kemudian ribuan. Contoh: 6543
Jika ma'dud mudzakar :
ثَلَاثَةٌ وَأَرْبَعُونَ وَ خَمْسُمِائَةٍ وَ سِتَّةُ آلَافِ رِيَالٍ
Jika ma'dud muannats :
ثَلَاثٌ وَأَرْبَعُونَ وَخَمْسُمِائَةٍ وَ سِتَّةُ آلَافِ رُوبِيَّةٍ
Pada bagian ini, kita mempelajari yanag berikut:
- كَانَ : Kami telah memperkenalkan كَانَ pada Pelajaran 7. Kita akan mempelajarinya lebih lanjut pada bab ini.
كَانَ digunakan dalam jumlah ismiyah. Setelah penambahan كَانَ mubtada disebut isim kana dan khabar disebut khabar kana. Khabar kana bentuknya manshub. Contoh:
بَارِدٌ الْمَاءُ ⟶ بَارِدًا كَانَ الْمَاءُ
╲ ╱ ╲ ╱
khabar mubtada khabar kana isim kana
Berikut beberapa contoh:
زَيْنَبُ مَرِيضَةٌ ⟶ كَانَتْ زَيْنَبُ مَرِيضَةً
الْجَوُّ جَمِيلٌ ⟶ كَانَ الْجَوُّ جَمِيلًا
Jika khabar كَانَ adalah kata berupa frasa yang mengandung kata depan, maka khabar tersebut tidak mengalami perubahan. Contoh:
الْمُدَرِّسُ فِي الْفَصْلِ ⟶ كَانَ الْمُدَرِّسُ فِي الْفَصْلِ
- لَايَزَالُ : Artinya 'Dia (lk) masih(/tetap)'. Ini adalah salah satu saudara kâna, dan bertindak persis sama dengan كَانَ . Contoh:
'Bilal Sakit' بِلَالٌ مَرِيضٌ ⟶ 'Bilal masih sakit' لَايَزَالُ بِلَالٌ مَرِيضًا
'Maryam seorang pelajar' مَرْيَمُ طَالِبَةٌ ⟶ 'Maryam masih
tetap seorang pelajar'. لَاتَزَالُ مَرْيَمُ طَالِبَةً
'Ibrahim (berada) di rumah sakit' إِبْرَاهِيمُ فِي الْمُسْتَشْفَى ⟶
'Ibrahim masih (berada) di rumah sakit'. لَايَزَالُ إِبْرَاهِيمُ فِي الْمُسْتَشْفَى
- I'rab dari أَبٌ dan أَخٌ : Kita telah mempelajari dalam Buku 1, apabila kedua kata ini berfungsi sebagai mudhaf, keduanya ditambahkan waw. Contoh: أَبُو بِلَالٍ، أَخُو حَامِدٍ،
أَبُوكَ ، أَخُوهُ
Waw ini adalah akhiran untuk marfu. Untuk bentuk manshub, waw berubah menjadi alif, dan bentuk majrur menjadi ya. Contoh:
Marfu: 'Dimana ayahmu?' (abû-ka) أَيْنَ أَبُوكَ ؟
Manshub: 'Saya mengenal ayahmu.' (abâ-ka) أَعْرِفُ أَبَاكَ
Majrur : 'Apa yang kamu katakan kepada ayahmu?' (abî-ka) مَاذَا قُلْتَ لِأَبِيكَ ؟
Berikut beberapa contoh أَخُو :
Marfu: 'Dimana saudaranya pergi? (akhû-hâ) أَيْنَ ذَهَبَ أَخُوهَا
Manshub: 'Apakah kamu melihat saudaranya? (akhâ-hâ) أَرَأَيْتَ أَخَاهَا
Majrur: 'Apakah engkau pergi (menemui) saudaranya?(akhî-hâ) أَذَهَبْتَ إِلَى أَخِيهَا
- مِنْ قَبْلُ : Kita mengetahui bahwa قَبْلَ dan بَعْدَ selalu berfungsi sebagai mudhaf. Contoh:
ذَهَبْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ قَبْلَ الْأَذَانِ وَرَجَعْتُ بَعْدَ الصَّلَاةِ
'Saya (telah) pergi ke masjid sebelum adzhan, dan kembeli setelah shalat'.
Jika mudhaf ilaihi dihilangkan, قَبْلَ dan بَعْدَ menjadi mabni, dan selalu berharakat dhammah. Contoh:
أَبِي الْآنَ مُدِيرٌ وَكَانَ مِنْ قَبْلُ مُدَرِّسًا
'Ayahku sekarang adalah seorang kepala sekolah, dan sebelumnya dia adalah seorang guru.'
Pada kalimat di atas مِنْ قَبْلُ adalah untuk مِنْ قَبْلِ ذَلِكَ 'sebelum itu', yakni sebelum menjadi kepala sekolah. Tetapi mudhaf ilaihi ذَلِكَ telah dihilangkan.
Berikut contoh penggunaan بَعْدُ :
أَذْهَبُ الْآنَ إِلَى الْمَكْتَبَةِ ، وَسَأَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ مِنْ بَعْدُ
'Saya sekarang pergi ke perpustakaan, dan akan pergi ke masjid setelah itu.'
Disini مِن بَعْدُ adalah untuk مِن بَعْدِهِ atau مِن بَعْدِ ذَلِكَ 'sesudahnya' atau 'sesudah itu'.
لِلَّهِ الأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِن بَعْدُ
'Keputusan mengenai perkara itu, sebelum dan sesudah(nya), hanya milik Allah.'
- مَرْضَى adalah jamak dari مَرِيْضٌ. Bentuk jamak ini adalah مَنُوْعٌ مِنَ الصَّرْفِ, maka ia tidak memiliki tanwin.
قَتْلَى jamak-nya قَتِيْلٌ terbunuh, أَسْرَى jamak-nya أَسِيْرٌ tahanan,
جَرْحَى jamak-nya جَرِيْحٌ terluka, حَمْقَى jamak-nya أَحْمَقُ pandir,
🖎 Latihan:
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
-
Tulislah kembali kalimat berikut menggunakan كَانَ.
-
Tulislah kembali kalimat berikut menggunakan لايَزَالُ.
-
Pelajarilah i'rab أَبٌ dan أَخٌ.
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut menggunakan أَبٌ dengan bentuk akhiran yang sesuai.
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut menggunakan أَخٌ dengan bentuk akhiran yang sesuai.
<ins>🕮 Kosa-kata Baru:</ins>
| duta | سَفِيْرٌ | pensiun | مُتَقَاعِدٌ |
|---|---|---|---|
| pengawas | مُفَتِّشٌ | seluruh dunia | جَمِيْعُ أَنْحَاءِ العَالَمِ |
| polisi | شُرْطِيٌّ | (a-u) meninggalkan | تَرَكَ يَتْرُكُ |
| dekan | عَمِيْدٌ | mengarang | أَلَّفَ يُؤَلِّفُ |
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- Kita telah mempelajari, sebagaian besar kata kerja dalam Bahasa Arab hanya memiliki tiga huruf. Huruf pertama disebut ف, huruf kedua disebut ع, dan huruf ketiga disebut ل. Nama-nama ini diambil dari kata kerja فَعَلَ yang diambil sebagai contoh untuk semua kata kerja.
Jika salah satu dari ketiga huruf adalah و atau ي, fi'il tersebut disebut mu'tal (الْمُعْتَلُّ) yakni, lemah.
Jika huruf pertama adalah و atau ي, fi'il tersebut dinamakan mu'tal al-fa (الْمُعْتَلُّ الْفَاءِ), yakni fa lemah. Ia juga disebut mitsal (الْمِثَالُ).
Jika huruf kedua adalah و atau ي, fi'il tersebut dinamakan mu'tal al-'ain (الْمُعْتَلُّ الْعَيْنِ) yakni lemahnya 'ain. Ia juga disebut ajwaf (الْأَجْوَفُ).
Jika huruf ketiga adalah و atau ي, fi'il tersebut dinamakan mu'tal al-lam (الْمُعْتَلُّ اللَّامِ), yakni lam lemah. Ia juga disebut naqis (النَّاقِصُ).
Jika dua huruf lemah, fi'il tersebut dinamakan (اللَّفِيفُ).
Pada pelajaran ini kita mempelajari fi'il mitsal. Kami hanya menyajikan contoh fi'il yang memiliki و pada huruf pertama. Contoh:
وَقَفَ dia (telah) berhenti
وَزَنَ dia (telah) menimbang
وَضَعَ dia (telah) menempatkan
Ada kelainan dalam fi'il mitsal dalam bentuk mudhari. Huruf pertama (و) hilang dalam bentuk mudhari. Contoh: وَزَنَ □ يَزِنُ (ya-zin-u) yang mana asalahnya adalah يَوْزِنُ (ya-wzin-u) – seperti يَجْلِسُ - dan setelah penghilangan waw menjadi يَزِنُ (ya-zin-u)
Dengan cara yang sama:
يُوقِفُ untuk يَقِفُ □ وَقَفَ
يُوجِدُ untuk يَجِدُ □ وَجَدَ
يُوضَعُ untuk يَضَعُ □ وَضَعَ (ini adalah kelompok a-a)
Bentuk amr dari تَزِنُ adalah زِنْ 'timbang!'. Hamzaht al-wasl tidak dibutuhkan diawal karena fi'il tidak diawali dengan huruf berharakat sukun. Bentuk amr dari تَضَعُ adalah ضَعْ 'tempatkan!'.
- وُلَيْدٌ adalah bentuk kecil (diminutive) dari وَلَدٌ. Bentuk ini digunakan untuk menunjukkan kecil dalam ukuran atau untuk menunjukkan rasa sayang. Polanya adalah فُعَيْلٌ. Contoh:
زَهْرٌ bunga → زُهَيْرٌ
نَهْرٌ sungai → نُهَيْرٌ
عَبْدٌ budak → عُبَيْدٌ
حَسَنٌ Hasan → حُسَيْنٌ
- "Ini dia!" هَاهُوَ ذَا
Ekspresi ini digunakan ketika seseorang atau sesuatu yang dicari-cari tiba-tiba terlihat.
Bentuk muannats-nya adalah هَا هِيَ ذِي.
'Ini aku' adalah هَأَنَا ذَا.
- يَجِبُ adalah bentuk mudhari dari kata وَجَبَ. Secara harafiah يَجِبُ berarti 'wajib', 'harus', contoh:
'Kita harus memahami Al-Qur'an.' يَجِبُ عَلَيْنَا أَنْ نَفْهَمَ الْقُرْآنَ
Disini frasa أَنْ نَفْهَمَ adalah fa'il dari يَجِبُ.
Berikut beberapa contoh:
'Kamu harus kembali besok.' يَجِبُ عَلَيْكَ أَنْ تَرْجِعَ غَدًا
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
'Saya harus pergi ke Riyadh hari ini.' يَجِبُ عَلَيَّ أَنْ أَذْهَبَ إِلَى الرِّيَاضِ الْيَوْمَ
Partikel negative digunakan bersama kata kerja kedua, contoh:
'Dia tidak boleh meninggalkan kelas.' يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ لَا يَخْرُجَ مِنَ الْفَصْلِ
Tetapi يَجِبُ لَا berarti 'tidak perlu', contoh:
'Kita tidak wajib menghadiri pelajaran ini.' لَا يَجِبُ عَلَيْنَا أَنْ نَحْضُرَ هَذَا الدَّرْسَ
- Kita telah mempelajari salah satu pola mashdar. Yaitu فُعُولٌ seperti رُكُوعٌ، سُجُودٌ، ذَهَابٌ فِعَالٌ seperti Yang pertama .خُرُوجٌ، نُزُولٌ Sekarang kita belajar dua pola lagi
'pergi' dari ذَهَبَ dan نَجَاحٌ 'berhasil' dari نَجَحَ . Kata إِيَابٌ berarti 'kembali'. Berasal
dari kata kerja آبَ يَؤُوبُ (a-u) 'kembali'. Berdasarkan pola فِعَالٌ . Contoh lain dari
pola ini adalah نِكَاحٌ 'menikah' dari kata kerja نَكَحَ يَنْكِحُ (a-a) 'menikah.'
- أَقَلُّ adalah bentuk perbandingan tingkat lebih dari قَلِيلٌ 'kecil'. Asalnya adalah أَقْلَلُ
seperti أَجْمَلُ، أَكْبَرُ dan sebagainya. Tetapi karena huruf kedua dan ketiga sama, maka huruf ketiga diasimilasikan kepada huruf kedua.
🖎 Latihan:
- Pelajarilah contoh-contoh bentuk mudhari dari fi'il mu'tal al-fa' (atau mitsal).
- Tulislah bentuk mudhari dari kata kerja berikut.
- Tulislah bentuk amr dari kata kerja berikut.
- Baalah yang berikut.
- Pelajarilah bentuk-bentuk dimunitive.
- Tulislah bentuk dimunitive dari isim berikut.
- Pelajarilah bentuk perbandingan tingkat lebih pada kata-kata sifat berikut.
- Bacalah yang berikut.
- Pelajarilah yang berikut.
- Pelajarilah penggunaan يَجِبُ.
- Pelajarilah bentuk-bentuk mashdar berikut.
| orang asing | أَجْنَبِيٌّ | kesalahan | خَطَأٌ | | dompet | مَحْفَظَةٌ | kembali. pulang | إِيَابٌ | | uang | نَقْدٌ | pergi | ذَهَابٌ | | tiket | تَذْكِرَةٌ | menimbang | وَزَنَ يَزِنُ | | tiket pulang pergi | تَذْكِرَةُ الطَّائِرَةِ ذَهَابًا وَ إِيَابًا | | | | kilogram | كِيلُوْغِرَامٌ | berjanji (a-i) | وَعَدَ يَعِدُ | | perempuan | أُنْثَى | berhenti, berdiri (a-i) | وَقَفَ يَقِفُ | | laki-laki | ذَكَرٌ | memasuki (a-i) | وَلَجَ يَلِجُ | | secara teratur | بِانْتِظَامٍ | menempatkan (a-a) | وَضَعَ يَضَعُ | | menelan (i-a) | بَلِعَ يَبْلَعُ | menganugerahi (a-a) | وَهَبَ يَهَبُ | | naik (a-u) | عَرَجَ يَعْرُجُ | dia kehendaki | يَشَاءُ | | wajib (a-i) | وَجَبَ يَجِبُ | keras, berat, hebat | شَدِيدٌ | | menemukan (a-i) | وَجَدَ يَجِدُ | kekasih | حَبِيبٌ | | Sampai (a-i) | وَصَلَ يَصِلُ | | |
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- Fi'il mu'tal al-'ain atau ajwaf. Sebagaimana yang kita lihat sebelumnya, fi'il ini memiliki و atau ي di huruf kedua. Contoh:
قَالَ يَقُولُ ، زَارَ يَزُورُ، بَاعَ يَبِيعُ ، سَارَ يَسِيرُ ، نَامَ يَنَامُ ، خَافَ يَخَافُ
Kata kerja ini mengalami perubahan tertentu sebagaimana yang dijelaskan dibawah ini:
يَقُولُ asalnya adalah يَقْوُلُ dan قَالَ asalnya adalah قَوَلَ
سَارَ asalnya adalah سَيَرَ dan يَسِيرُ asalnya adalah يَسْيِرُ.
نَامَ asalnya adalah نَوِمَ dan asalnya adalah يَنْوِمُ.
Kata-kata kerja ini mengalami lebih banyak perubahan ketika isnad-nya adalah dhamir mutaharrik.<sup>10</sup>
Perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut:
Dalam bentuk madhi.
a) Jika fi'il ajwaf adalah kelompok a-u, huruf pertama berharakat dhammah ketika isnad-nya dhamir mutahaarik. Contoh:
قُلْنَ ، قُلْتَ ، قُلْتُمْ ، قُلْتِ ، قُلْتُنَّ ، قُلْتَ ، قُلْنَا
bertentangan dengan fathah pada قَالَ ، قَالُ ، قَالَتْ (qâla, qâlu, qâlat, tetapi qulta, qultu, qulna, dst.
Jika fi'il dari kelompok a-i atau i-a, huruf pertama berharakat kasrah. Contoh:
سِرْنَ ، سِرْتَ ، سِرْتُمْ ، سِرْتِ ، سِرْتُنَّ ، سِرْتَ ، سِرْنَا (sâra, sârat, sârû, tetapi sirta, dst.)
نِمْنَ ، نِمْتَ ، نِمْتُمْ ، نِمْتِ ، نِمْتُنَّ ، نِمْتَ ، نِمْنَا (nâma, nâmû, tetapi nimta, dst)
b) Huruf kedua dihilangkan sebagaimana yang terlihat pada contoh-contoh di atas.
Dalam mudhari
<sup>10</sup> Dhamir mutahaari adalah kata ganti yang diikuti oleh huruf vocal seperti تُ ، نَ dan dhamir sukun yang tidak memiliki vocal seperti تْ ، نْ dan pelafalan sukun tanpa bunyi seperti وْ. dalam ذَهَبُوا.
Semua dhamir dalam bentuk madhi adalah mutaharrik kecuali yang terdapat dalam ذَهَبَ ، ذَهَبُوا ، ذَهَبْتَ
Dalam bentuk mudhari, hanya نَ yang mutaharrik, dan ini terdapat dalam تَذْهَبْنَ dan يَذْهَبْنَ.
Dalam bentuk <ins>mudhari marfu</ins>: Huruf kedua dihilangkan ketika <ins>isnad</ins>-nya <ins>dhamir mutaharrik</ins>.:
يَقْفُلُ ، تَقْفُلُ
، يَسِرُ ، تَسِرُ
يَنْمَنُ ، تَنْمَنُ
Dalam bentuk <ins>mudhari majzum</ins>: Huruf kedua dihilangkan dalam ke empat bentuk berikut sebagai tambahan dari dua yang disebutkan pada kelompok <ins>mudhari marfu</ins>:
يَفْعَلُ : لَمْ يَقُلْ لَمْ يَسِرْ لَمْ يَنَمْ
تَفْعَلُ : لَمْ تَقُلْ لَمْ تَسِرْ لَمْ تَنَمْ
أَفْعَلُ : لَمْ أَقُلْ لَمْ أَسِرْ لَمْ أَنَمْ
نَفْعَلُ : لَمْ نَقُلْ لَمْ نَسِرْ لَمْ نَنَمْ
Penghilangan itu karena اَلتِّقَاءُ السَّاكِنَيْنِ.
لَمْ يَقُلْ asalnya adalah لَمْ يَقُولُ . Disini <ins>waw</ins> dan <ins>lam</ins> adalah <ins>sukun</ins>. Maka huruf <ins>waw</ins> yang lemah dihilangkan.
لَمْ يَسِرْ asalnya adalah لَمْ يَسِيرُ . Disini <ins>ya</ins> dan <ins>ra</ins> adalah sukun. Maka huruf Maka huruf <ins>ya</ins> yang lemah dihilangkan.
لَمْ يَنَمْ asalnya adalah لَمْ يَنَامُ . Disini <ins>alif</ins> dan <ins>mim</ins> adalah sukun. Maka huruf <ins>alif</ins> yang lemah dihilangkan.
<ins>Dalam bentuk amr</ins>
a) Huruf kedua dihilangkan ketika <ins>isnad</ins> pada kata kerjanya adalah <ins>mustatir</ins> dan <ins>dhamir mutaharik</ins>:
قُلْ قُولُوا قُولِي قُلْنَ
سِرْ سِيرُوا سِيرِي سِرْنَ
نَمْ نَامُوا نَامِي نَمْنَ
b) Tidak perlu menambahkan <ins>hamzatul wasl</ins> di awal <ins>amr</ins> karena tidak diikuti oleh sukun.
Dari قُولُ kita mendapatkan قُولْ setelah menghapus ta dan menghapus dhammah yang
terakhir, dan قُولْ berubah menjadi قُلْ karena اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ.
Dari تَسِيرُ kita mendapatkan سِيرُ yang berubah menjadi سِرْ.
Dari نَامَ kita mendapatkan نَامْ yang berubah menjadi نَمْ.
- 'Demi Allah! Saya hampir mati.' وَاللهِ لَقَدْ كِدْتُ أَمُوتُ
Setelah qasam (sumpah) penegasan dalam bentuk madhi harus ditekankan dengan لَقَدْ. Bentuk negatif madhi tidak membutuhkan penekanan. Berikut beberapa contoh lebih lanjut:
'Demi Allah! Saya telah melihatnya di pasar.' وَاللهِ لَقَدْ رَأَيْتُهُ فِ السُّوقِ
'Demi Allah! Saya telah mendengar berita ini dari banyak orang.' وَاللهِ لَقَدْ سَمِعْتُ هٰذَا الْخَبَرَ مِنْ كَثِيرٍ مِنَ النَّاسِ
Tetapi:
'Demi Allah! Saya tidak makan apapun.' وَاللهِ مَا أَكَلْتُ شَيْئًا
'Demi Allah! Saya tidak menulisnya.' وَاللهِ مَا أَكْتُبُ هٰذَا
Perhatikan bahwa waw dalamوَاللهِ adalah kata depan, dan oleh karena itu isim yang mengikutinya adalah majrur.
- 'Saya mengira itu adalah buku tulisku.' ظَنَنْتُهُ دَفْتَرِي
Fi'il ظَنَّ mendapatkan dua obyek, dan keduanya dalam bentuk manshub. Contoh:
اَلْجَوُّ جَمِيلٌ 'Cuaca baik' → أَظُنُّ الْجَوَّ جَمِيلًا
اَلْبَابُ مُغْلَقٌ 'Pintu (itu) tertutup' → أَظُنُّ الْبَابَ مُغْلَقًا
اَلْإِمْتِحَانُ بَعِيدٌ 'Ujian (itu) lama' → أَظُنُّ الْإِمْتِحَانَ بَعِيدًا
أَنْتَ طَبِيبٌ 'Anda seorang dokter' → أَظُنُّ أَنْتَ طَبِيبًا
Kita juga dapat mengatakan: اَلْجَوُّ جَمِيلٌ □ أَظُنُّ أَنَّ الْجَوَّ جَمِيلٌ
-
'Duduklah dimana yang anda inginkan.' اِجْلِسْ حَيْثُ تَشَاءُ
-
Perhatikan bahwa di dalam يَجِيءُ hamzah ditulis setelah yâ, karena yâ dan hamzah dilafalkan. Tetapi dalam لَمْ يَجِئْ, hamzah dituliskan diatas yâ. Disini hanya hamzah yang dilafalkan, dan yâ hanya tempat kedudukan hamzah.
-
'Semoga Allah memberikan anda kesehatan yang sempurna.' شَفَاكَ اللهُ شِفَاءً كَامِلاً
-
لَا يَنْبَغِي '(ini) tidak patut', 'tidak sesuai.', contoh:
'Tidak patut bagi pelajar (untuk) absen (tidak hadir ) لَا يَنْبَغِي لِلطَّالِبِ أَنْ يَغِيبَ
'Tidak patut bagimu mengatakan ini.' لَا يَنْبَغِي لَكَ أَنْ تَقُولَ هَذَا
- Fi'il مَاتَ datang dari dua kelompok:
a) Kelompok a-i: مَاتَ يَمَاتُ seperti نَامَ يَنَامُ. Dengan dhamir mutaharrik, huruf pertama berharakat kasrah dalam bentuk madhi: مِتَّ، مِتْنَا. Dalam Al-Qur'an مِتَّ muncul sebanyak sembilan kali.
b) Kelompok a-u مَاتَ يَمُوتُ seperti قَالَ يَقُولُ. Dengan dhamir mutaharrik, huruf pertama berharakat dhammah dalam bentuk madhi: مُتَّ، مُتْنَا. Dalam Al-Qur'an مُتَّ muncul dua kali.
Tetapi dalam bentuk mudhari hanya يَمُوتُ yang terdapat dalam Al-Qur'an.
🖎 Latihan:
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
-
Pelajarilah contoh-contoh fi'il ajwaf berikut.
-
Pelajarilah isnad dari fi'il ajwaf dari kelompok a-u dalam bentuk madhi.
-
Tulislah isnad dari قَامَ، زَارَ dan كَانَ untuk semua dhamir dalam madhi.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah isnad dari fi'il ajwaf dari kelompok a-u dalam bentuk mudhari.
-
Tulislah isdnad dari قَامَ dan طَافَ untuk semua dhamir dalam bentuk mudhari.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah pembetukan mudhari majzum dari fi'il ajwaf.
-
Tulislah kembali fi'il berikut dengan لَمْ.
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dalam bentuk negatif menggunakan لَمْ.
-
Pelajarilah pembentukan amr dari bentuk fi'il ajwaf.
-
Jadikan dalam Bentuk amr dari fi'il berikut.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah penggunaan لَا النَّاهِيَةُ dengan fi'il ajwaf.
-
Baalah fi'il berikut dengan menggunakan لَا النَّاهِيَةُ.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah isnad fi'il ajwaf dari kelompok madhi a-i.
-
Tulislah isnad dari جَاءَ dan سَارَ untuk semua dhamir madhi.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah isnad dari fi'il ajwaf dari kelompok mudhari a-i.
-
Tulislah isnad سَارَ dan عَاشَ untuk semua dhamir dalam bentuk mudhari.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah pembentukan mudhari majzum dari kelompok a-i fi'il ajwaf.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah isnad dari fi'il ajwaf dari kelompok i-a dalam bentuk madhi.
-
Tulislah isnad خَافَ dan كَادَ untuk semua dhamir dalam bentuk madhi.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah isnad dar fi'il ajwaf dari kelompok i-a dalam bentuk mudhari.
-
Tulislah isnad خَافَ dan شَاءَ untuk semua dhamir dalam bentuk mudharii.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah pembentukan amr dan mduhari majzum dari fi'il ajwaf dari kelompok i-a.
-
Pelajarilah yang berikut.
-
Baca dan tulislah bentuk-bentuk amr dengan pengharokatan yang benar.
| (a-u) berkata,<br/>memberi tahu | قَالَ يَقُولُ | (a-u) berpuasa | صَامَ يَصُومُ |
|---|---|---|---|
| (a-u) menjadi | كَانَ يَكُونُ | (a-u) memutar | دَارَ يَدُورُ |
| (a-u)<br/>mengunjungi | زَارَ يَزُورُ | (a-u) bertaubat | تَابَ يَتُوبُ |
| (a-u) berdiri | قَامَ يَقُومُ | (a-u) kencing | بَالَ يَبُولُ |
|---|---|---|---|
| (a-u) mencicipi | ذَاقَ يَذُوقُ | (a-i) datang | جَاءَ يَجِيءُ |
| (a-u) berkeliling | طَافَ يَطُوفُ | (a-i) menjual | بَاعَ يَبِيعُ |
| (a-i) berjalan | سَارَ يَسِيرُ | tengah malam | مُنْتَصَفُ اللَّيْلِ |
| (a-i) hidup | عَاشَ يَعِيشُ | sakit kepala | صُدَاعٌ |
| (a-i) mengukur | كَالَ يَكِيلُ | minyak | زَيْتٌ |
| (a-a) tidur | نَامَ يَنَامُ | penjual sayuran | بَقَّلٌ |
| (a-a) takut | خَافَ يَخَافُ | uap air (panas) | بُخَارٌ |
| (a-a) hampir | كَادَ يَكَادُ | sibuk | مَشْغُولٌ |
| (a-a) senantiasa | زَالَ يَزَالُ | keju | جُبْنَةٌ |
| dia (lk) masih belajar | لَايَزَالُ يَدْرُسُ | telur (j. بِيضٌ ) | بَيْضَةٌ |
| (a-i) menguasai | غَلَبَ يَغْلِبُ | penjual buah-buahan | فَاكِهَانِيٌّ |
| (a-i) berbohong | كَذَبَ يَكْذِبُ | tepung | دَقِيقٌ |
| sempurna | كَامِلٌ | hutan | غَابَةٌ |
| garam | مِلْحٌ | makan siang | غَدَاءٌ |
| lentil (tanaman kacang-kacangan) | عَدَسٌ | kereta | قِطَارٌ |
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- Fi'il naqis: ini adalah kata kerja yang memiliki و dan ي sebagai huruf ketiga, contoh:
نَسِيَ يَنْسَى ، بَكَى يَبْكِي ، دَعَا يَدْعُو
Fi'il ini mengalami perubahan sebagai berikut: <ins>Dalam bentuk madhi</ins>.
• Keduanya waw dan ya menjadi alif dalam pelafalan. Dalan penulisan, و ditulis alif sedangkan ي ditulis ى . Contoh:
دَعَا 'dia (lk –kk madhi) mengundang (/mengajak)', asalnya adalah دَعَوَ .
بَكَى 'dia (lk –kk madhi) menangis' asalnya adalah بَكَيَ .
ي tetap tidak berubah jika huruf kedua berharakat kasrah, contoh: نَسِيَ ''dia (lk –kk lampau) lupa', بَقِيَ 'dia (lk –kk lampau) kekal'.
• Huruf ketiga dihilangkan jika fi'il memiliki isnad dhamir ghaib jamak mudzakar (kata ganti orang ketiga jamak laki-laki). Contoh:
دَعَوْا 'mereka mengundang' asalnya adalah دَعَوُوا.
بَكَوْا 'mereka menangis' asalnya adalah بَكَيُوا .
نَسُوا 'mereka lupa' asalnya adalah نَسِيُوا .
Perhatikan, dalam نَسُوا huruf kedua berharokat dhammah yang telah berubah dari kasrah, sebab dalam Bahasa Arab kasrah tidak dapat diikuti oleh waw.
• Huruf ketiga juga dihilangkan jika fi'il memiliki isnadnya dhamir ghaib mufrad muannatas (kata ganti orang ketiga tunggal feminin) karena اِلْتِقَاءِ السَّاكِنَيْنِ. Contoh:
دَعَتْ 'dia mengundang' untuk دَعَاتْ.
بَكَتْ 'dia menangis' untuk بَكَاتْ.
ي tidak dihilangkan jika huruf kedua berharakat kasrah, contoh: نَسِيتَ 'dia (pr – madhi) lupa, بَقِيتَ 'dia (pr –madhi) kekal.'
- Huruf ketiga dikembalikan kepada bentuk asal jika isnad adalah dhamir mutaharik. Dalam keadaan ini و menjadi و dan ي menjadi ي. Contoh:
دَعَوْنَ 'mereka (pr) telah mengundang'.
دَعَوْتَ 'anda (lk) telah mengundang'.
دَعَوْتُ 'saya telah mengundang'.
دَعَوْنَا 'kami telah mengundang'.
Berikut contoh dari ي:
يَكْبِنَ، يَكْبِتَ، يَكْبِتِ، يَكْبِتُمْ، يَكْبِتَ، يَكْبِنَا
<ins>Dalam bentuk mudhari:</ins>
Mudhari Marfu:
Dhammah dari huruf ketiga dihilangkan pada:
يَدْعُو، تَدْعُو، أَدْعُو، نَدْعُو
يَبْكِي، تَبْكِي، أَبْكِي، نَبْكِي
يَنْسَى، تَنْسَى، أَنْسَى، نَنْسَى
يَبْكِي aslinya adalah يَبْكِيُو sebagaimana يَكْتُبُ, dan يَبْكِي asalinya adalah يَبْكِيُ sebagaimana يَجْلِسُ, dan يَنْسَى asalinya adalah يَنْسَيُ sebagaimana يَفْتَحُ.
Huruf ketiga hilang sebelum dhamir ghaib jamak mudzakar (kata ganti orang ketiga jamak maskulin), contoh:
يَكْتُبُونَ seperti يَدْعُوْنَ 'mereka (lk) mengundang' aslinya adalah يَدْعُوُونَ.
Perhatikan bahwa النِّسَاءُ يَدْعُونَ dan الرِّجَالُ يَدْعُونَ, keduanya memiliki bentuk yang sama. Hal ini karena dalam الرِّجَالُ يَدْعُونَ fi'il يَدْعُونَ berubah dari يَدْعُوُونَ, tetapi dalam النِّسَاءُ يَدْعُونَ fi'il يَدْعُونَ adalah bentuk asli. Tidak ada perubahan di dalamnya. Ia berada dalam pola يَفْعَلْنَ seperti يَكْتُبْنَ.
يَبْكُونَ 'mereka (sedang/akan) menangis' aslinya adalah يَبْكِيُونَ. Huruf ketiga ي hilang. Kasrah pada huruf kedua dirubah menjadi dhammah karena kasrah tidak diikuti oleh waw.
Dalam يَنْسَوْنَ 'mereka (sedang/akan) lupa', huruf kedua berharakat fathah karena pada asalnya adalah يَنْسَيُونَ. Setelah penghapusan ya beserta harakatnya, fi'il tersebut menjadi يَنْسَوْنَ.
Huruf ketiga juga dihilangkan sebelum dhamir mukhthab mufrad muannats (kata ganti orang kedua feminin tunggal). Contoh: تَدْعِينَ 'anda (pr) (sedang/akan) mengundang' aslinya adalah تَدْعُوِينَ. Setelah penghapusan waw beserta harakatnya, fi'il tersebut menjadi تَدْعِينَ. Dhammah dari ع dirubah menjadi kasrah karena dhammah tidak diikuti oleh ya dalam Bahasa Arab.
Perhatikan bahwa أَنْتِ تَبْكِينَ 'anda (pr) (sedang/akan) menangis' memiliki bentuk yang sama dengan أَنْتُنَّ تَبْكِينَ 'kalian (pr) (sedang/akan) menangis' yakni bentuk mufrad dan jamak adalah sama. Hal ini karena fi'il tersebut dalam bentuk mufrad aslinya adalah تَبْكِيِينَ seperti تَجْلِسِينَ. Setelah penghilangan huruf ketiga ي fi'il berubah menjadi تَبْكِينَ. Bentuk jamak dari fi'il tersebut adalah dalam bentuk aslinya تَبْكِينَ. Oleh karena itu dalam bentuk jamak seperti تَجْلِسْنَ dan ي adalah huruf ketiga.
Dalam تَنْسَيْنَ 'anda (pr) lupa', huruf kedua berharakat fathah karena fi'il aslinya adalah تَنْسَيِينَ. Setelah penghapusan ya beserta harakatnya fi'il tersebut menjadi تَنْسَيْنَ.
Fathah pada huruf ketiga dilafalkan pada fi'il yang berakhiran waw dan ya, tetapi tidak dalam fi'ilyang berakhiran alif. Contoh:
لَنْ يَدْعُوَ 'dia (lk) tidak akan pernah mengundang' (lan ya-d'uwa)
لَنْ يَبْكِيَ 'dia (lk) tidak akan pernah menangis' (lan ya-bkiya)
Tetapi dalam لَنْ يَنْسَى 'dia tidak akan pernah lupa' fathah tidak dilafalkan (lan ya-nsâ bukan lan ya-nsaya).
Mudhari majzum: Disini, huruf ketiga dihilangkan, contoh:
لَمْ يَدْعُ 'dia (lk) tidak mengundang' (berarti lampau<sup>pent.</sup>). Disini, huruf ketiga و telah dihilangkan.
لَمْ يَبْكِ 'dia (lk) tidak menangis' Disini huruf ketiga ي telah dihilangkan.
لَمْ يَنْسَ 'dia tidak lupa'. Disini alif telah dihilangkan.
ya-d-û → lam ya-d'u ; ya-bkî → lam ya-bki ; ya-nsâ → lam ya-nsa
<ins>Amr</ins> Disini, huruf ketiga juga dihilangkan. Contoh:
تَدْعُو → اُدْعُ 'undanglah!'
تَبْكِي → اِبْكِ 'menangislah!'
تَنْسَ → اِنْسَ 'lupakanlah!'
- يَرَى 'Dia (lk) (sedang/akan) melihat'. Bentuk madhi-nya adalah رَأَى. Perhatikan bahwa huruf kedua (hamzah) telah dihilangkan dalam bentuk mudhari. Maka يَرَى asalnya adalah يَرْأَى. Ini adalah fi'il yang seringkali digunakan, dan karenanya mengalami perubahan ini.
تَرَى 'anda (lk) (sedang/akan) melihat' أَرَى 'saya (sedang/akan) melihat'
نَرَى 'kami (sedang/akan) melihat'
Dalam bentuk mudhari majzum, huruf ketiga hilang, contoh:
لَمْ يَرَ 'Dia (lk) tidak melihat' (pengeritan dalam bentuk lampau<sup>pent.</sup>)
لَمْ تَرَ 'anda (lk) tidak melihat'
Bentuk Amr dari kata kerja ini tidak digunakan. Sebaliknya digunakan kata اُنْظُرْ.
- أَرِ artinya 'tunjukkanlah!'. Ini adalah bentuk amr. Berikut ini isnad-nya:
| أَرِيَا مُحَمَّدُ | أَرُوا يَا إِخْوَانُ |
|---|---|
| أَرِي يَا آمِنَةُ | أَرِينَ يَا أَخَوَاتُ |
أَرِهِ 'tujukilah dia' أَرِنَا 'tunjukilah kami' أَرِنِي 'tunjukkilah aku'
Anda akan mempelajari bentuk madhi dan mudhari dari kata kerja ini nanti, insya Allah.
- 'Saya belum menyetrikanya.'. لَمْ أَكْوِهُ بَعْدُ menunjukkan 'belum' dalam konteks kalimat ingkar. Berikut beberapa contoh tambahan:
'Ayahku belum pulang.' لَمْ يَرْجِعْ أَبِي بَعْدُ
'Saya belum menulis surat kepadanya (lk)' لَمْ أَكْتُبْ لَهُ رِسَالَةً بَعْدُ
🖎 Latihan:
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
-
Pelajarilah contoh-contoh fi'il naqis berikut.
-
Tulislah bentuk mudhari marfu, mudhari majzum dan amr dari kata kerja berikut.
-
Bacalah yang berikut.
-
Tulislah bentuk mudhari marfu, mudhari majzum dan amr dari kata kerja berikut.
-
Bacalah yang berikut.
-
Tulislah isnad kata-kata kerja berikut untuk dhamir ghaib mufrad muannats dan dhamir mutakallim mufrad sebagaimana yang ditunjukkan dalam contoh. (Perhatikan bahwa huruf ketiga hilang pada kasus pertama dan kembali muncul dalam bentuk aslinya pada kasus kedua).
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dalam bentuk negatif menggunakan لَمْ.
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut dengan kata kerja yang terdapad di dalam kurung.
-
Pelajarilah bentuk mudhari marfu, mudhari majzum, dan amr dari bentuk fi'il naqis dari kelompok i-a.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah isnad dari fi'il naqis kelompok a-i dalam bentuk madhi.
-
Pelajarilah isnad dari fi'il naqis kelompok a-i dalam bentuk mudhari.
-
P elajarilah isnad dari fi'il naqis kelompok a-i dalam bentuk amr.
-
P elajarilah isnad dari fi'il naqis kelompok i-a dalam bentuk madhi.
-
P elajarilah isnad dari fi'il naqis kelompok i-a dalam bentuk mudhari.
-
P elajarilah isnad dari fi'il naqis kelompok i-a dalam bentuk amr.
-
P elajarilah isnad dari fi'il naqis kelompok a-u dalam bentuk madhi.
-
P elajarilah isnad dari fi'il naqis kelompok a-u dalam bentuk mudhari.
-
P elajarilah isnad dari fi'il naqis kelompok a-u dalam bentuk amr.
-
Pelajarilah fi'il أَرِنِي .
| (a-u) menyetrika | يَكْوِي يَكْوُو | (a-i) melempar | يَرْمِي يَرْمَى |
|---|---|---|---|
| (a-i) berjalan | يَمْشِي يَمْشَى | (a-i) menangis | يَبْكِي يَبْكَى |
| (a-i) berlari | يَجْرِي يَجْرَى | (a-i) memberi minum | يَسْقِي يَسْقَى |
| (a-i) mendatangi | يَأْتِي يَأْتَى | sampah | قُمَامَةٌ |
| (a-i) membangun | يَبْنِي يَبْنَى | Siang hari | نَهَارٌ |
| (a-i) melipat | يَطْوِي يَطْوَى | kanan | يَمِينٌ |
| (a-i) menunjuki | يَهْدِي يَهْدَى | kiri | يَسَارٌ |
| (a-u) mengundang, mengajak | يَدْعُو يَدْعُو | ambil, makan | تَنَاوُلٌ |
| (a-u) mengadu | يَشْكُو يَشْكُو | tuhan | إِلَهٌ |
| (a-u) membaca (mendeklamasikan) | يَتْلُو يَتْلُو | kaum | قَوْمٌ |
| (a-u) menghapus | يَمْحُو يَمْحُو | malam | لَيْلٌ |
| (a-u) memaafkan | يَعْفُو يَعْفُو | Tanah | تُرَابٌ |
| (i-a) melupakan | يَنْسَى يَنْسَى | Pemilik, penghuni | أَهْلٌ |
| (i-a) takut | يَخْشَى يَخْشَى | pecah, robek | مُمَزَّقٌ |
| (i-a) sisa | يَبْقَى يَبْقَى | hadiah | هَدِيَّةٌ |
| (i-a) mengikuti | يَتْبَعُ يَتْبَعُ | sahabat | أَصْحَابٌ |
| (a-u) jatuh | يَقَعُ يَقَعُ | penelitian | تَحْقِيقٌ |
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- Fi'il mudha'af (الْمُضَعَّف). Pada kata kerja ini, huruf kedua dan ketiga adalah sama.
Contoh: حَجَّ ، مَرَّ ، شَمَّ
Kata حَجَّ asalnya adalah حَجَجَ. Disini huruf kedua dan ketiga adalah ج. Berikut ini perubahan yang dialami fi'il mudha'af.
<ins>Dalam bentuk madhi</ins>
Harakat kuruf ketiga hilang ketika isnadnya adalah dhamir bersukun :
حَجَّ ، حَجُّوا ، حَجَجْتَ (hajja untuk hajaja)
Harakatnya tetap dipertahankan ketika isnad kata kerja adalah dhamir mutaharrik:
حَجَجْنَ ، حَجَجْتُ ، حَجَجْتِ ، حَجَجْتَ ، حَجَجْتُمْ ، حَجَجْتُ ، حَجَجْنَ
<ins>Dalam bentuk mudhari</ins>
<ins>Mudhari marfu:</ins>
Harakat huruf kedua hilang ketika kata kerja di-isnad-kan pada dhamir bersukun:
يَحُجُّ untuk يَحْجُجُ. Dengan cara yang sama: تَحُجُّ untuk تَحْجُجُ (ya-hujj-u untuk ha-hjuj-u)
Harakatnya tetap diperhatankan ketika isdnadnya adalah dhamir mutaharrik:
يَحْجُجْنَ ، تَحْجُجِينَ
<ins>Mudhari majzum</ins>
Dalam empat bentuk لَمْ يَحُجَّ ، لَمْ تَحُجَّ ، لَمْ أَحُجَّ ، لَمْ نَحُجَّ terdapat اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ karena baik huruf kedua dan ketiga tidak memiliki harakat (lam ya-hujj). Karena keduanya adalah huruf yang kuat, tidak ada satupun dari keduanya yang dapat dihilangkan. Maka huruf ketiga berharakat fathah untuk menghilangkan : اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ
لَمْ يَحُجَّ ، لَمْ تَحُجَّ ، لَمْ أَحُجَّ ، لَمْ نَحُجَّ (lam ya-hujj-a)
Tidak ada اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ dalam bentuk lain, contoh: لَمْ يَحُجُّوا (lam ya-hujjû),
لَمْ تَحُجِّي (lam tahujjî)
<ins>Bentuk Amr</ins>
Setelah menghilangkan 'ta' dan dhammah terakhir dari تَحُجُّ (ta-hujju), yang tertinggal adalah حُجَّ (hujj). Huruf ketiga mengambil harakat fathah untuk menghilangkan الْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ. Maka ia menjadi حُجَّ (hujja). Karena kata tersebut tidak diawali dengan huruf sukun, maka tidak diperlukan hamzatul wasl.
Jika kata kerja berasal dari kelompok i-a seperti شَمَّ dan مَسَّ, kasrah pada huruf kedua muncul ketika fi'il diisnadkan pada dhamir mutaharrik., contoh: شَمِمْتَ ، شَمِمْتُ dsb.
Mudhari marfu adalah يَشُمُّ. Bentuk amr adalah شُمَّ. Perhatikan bahwa bentuk amr identik dengan bentuk madhi.
- لَمَّا : Kita telah mempelajari لَمْ dan لَمَّا pada pelajaran 21. Disana kita melihat bahwa لَمَّا يَرْجِعْ berarti 'dia belum kembali'.
Ada bentuk لَمَّا yang lain yang berarti 'ketika', contoh:
'Ketika saya mendengar bel, saya memasuki kelas.' لَمَّا سَمِعْتُ الْجَرَسَ دَخَلْتُ الْفَصْلَ
'Ketika saya pergi ke Makkah, saya mengunjungi لَمَّا ذَهَبْتُ إِلَى مَكَّةَ زُرْتُ صَدِيقِي temanku.'
لَمَّا hanya digunakan dengan fi'il madhi. Dengan mudhari digunakan عِنْدَمَا. Contoh:
عِنْدَمَا أَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ أَجْلِسُ فِي الصَّفِّ الْأَوَّلِ
'Ketika saya pergi ke masjid, saya duduk di shaf pertama'.
- عَبَدًا / قَطُّ : Keduanya digunakan untuk menekankan kata kerja dalam bentuk negatif. قَطُّ untuk menekankan (kalimat ingkar) di waktu lampau dan عَبَدًا di waktu yang akan datang. Contoh:
'Saya tidak pernah menulis kepadanya' لَمْ أَكْتُبْ إِلَيْهِ قَطُّ
'Saya tidak akan pernah menulis kepadanya.' لَنْ أَكْتُبَ إِلَيْهِ عَبَدًا
Kata قَطُّ adalah mabni, dan hanya memiliki akhiran ini.
-
لَا وَشُكْرًا 'Tidak, terima kasih'. Salah jika mengatakan: لَا شُكْرًا tanpa و , karena ia (waw) menandakan penolakan.
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
-
Pelajarilah contoh-contoh fi'il mudha'af..
-
Bacalah yang berikut.
-
Tulislah kata kerja berikut dengan isnad untuk dhamir mutakallim mufrad (kata ganti orang pertama tunggal).
-
Pelajarilah pembentukan fi'il mudha'af dalam bentuk amr.
-
Bacalah yang berikut.
-
Pelajarilah pembentukan mudhari majzum dari fi'il mudha'af.rikut dalam bent
-
Jawablah pertanyaan berikut dalam bentuk negatif dengan menggunakan لَمْ
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut dengan fi'il yang terdapat di dalam kurung diikuti oleh ـ.
-
Pelajarilah isnad dari fi'il mudha'af untuk semua dhamir dalam bentuk madhi.
-
Pelajarilah isnad dari fi'il mudha'af untuk semua dhamir dalam bentuk mudhari.
-
P elajarilah isnad dari fi'il mudha'af untuk semua dhamir mukhathab dalam bentuk amr.
-
Pelajarilah contoh-contoh berikut dari قَطُّ dan أَبَدًا.
-
Pelajarilah contoh-contoh perbandingan.
| (a-u) berhaji | حَجَّ يَحُجُّ | (i-a) bersedih | حَزِنَ يَحْزُنُ |
|---|---|---|---|
| (a-u0 berpikir.<br/>mengira | ظَنَّ يَظُنُّ | sekali | مَرَّةً |
| (a-u) menarik | جَرَّ يَجُرُّ | telapak tangan | كَفُّ |
| (a-u) melewati | مَرَّ يَمُرُّ | tambah | مَزِيْدٌ |
| (a-u) menghitung | عَدَّ يَعُدُّ | lalai | غَافِلٌ |
| (a-u) mencaci-<br/>maki, menyakiti | سَبَّ يَسُبُّ | kain brokat | دِيْبَاجٌ |
| (a-u) membalas | رَدَّ يَرُدُّ | bau | رَائِحَةٌ |
| (a-u) menuang | صَبَّ يَصُبُّ | tidak enak | كَرِيْهَةٌ |
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
| (a-u) menghalangi | سَدَّ يَسُدُّ | lembut | لَيِّنٌ |
|---|---|---|---|
| (i-a) mencium | شَمَّ يَشِمُّ | exemplar | نُسْخَةٌ |
| (i-a) menyentuh | مَسَّ يَمِسُّ | Sebentar (beberapa sa'at) | هُنَيْهَةٌ |
| (a-a) mendorong | دَفَعَ يَدْفَعُ | Got | بَالُوعَةٌ |
| (i-a) sakit | مَرِضَ يَمْرَضُ | baik | طَيِّبٌ |
-
Sâlim (السالم): adalah fi'il yang (a) tidak memiliki hamzah, waw atau ya sebagai salah satu hurufnya, dan (b) huruf keda dan ketiganya tidak sama. Contoh:
سَجَدَ دَخَلَ كَتَبَ
-
Mahmûz (المهموز): Adalah fi'il yang memilihi hamzah sebagai salah satu hurufnya. Contoh:
أَكَلَ (hamzah pada huruf pertama).
سَأَلَ (hamzah pada huruf kedua).
قَرَأَ (hamzah pada huruf ketiga).
-
Mudha'af (المضعف): Fi'il yang huruf kedua dan ketiganya sama atau identik, Contoh:
حَجَّ مَرَّ شَمَّ
-
Mithal (المِثْل): Fi'il yang memiliki waw atau ya pada huruf pertama. Contoh:
الْمُعْتَلُّ الْفَاءِ . Ini disebut juga يَبِسَ ، وَضَعَ ، وَقَفَ ، وَزَنَ.
-
Ajwaf (الأَجْوَف): Fi'il yang memiliki waw atau ya pada huruf kedua. Contoh:
الْمُعْتَلُّ الْعَيْنِ . Ini disebut juga قَالَ يَقُولُ ، سَارَ يَسِيرُ ، نَامَ يَنَامُ.
-
Naqis (النَّاقِص): Fi'il yang memiliki waw atau ya pada huruf ketiga. Contoh:
الْمُعْتَلُّ اللَّامِ . Ini disebut juga دَعَا يَدْعُو ، بَكَى يَبْكِي ، نَسِيَ يَنْسَى.
-
Lafif (اللَّفِيف): Fi'il yang memiliki waw atau ya pada lebih dari satu huruf. Ia terbagi dua:
a) Lafif maqrûn (اللَّفِيف الْمَقْرُون): Ia memiliki waw atau ya pada huruf kedua dan ketiga. Contoh: كَوَى يَكْوِي
b) Lafif mafrûq (اللَّفِيف الْمَفْرُوق): Ia memiliki waw atau ya pada huruf pertama dan ketiga. Contoh: وَقَى يَقِي ، وَعَى يَعِي
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
Pada lafif mafrûq, hanya huruf kedua yang menetap dalam bentuk amr karena huruf pertama dihilangkan dalam bentuk mudhari, dan huruf ketiga dihilangkan pada bentuk amr. Bentuk amr dari وَقَى يَقِي adalah قِ 'selamatkan!' dan dari وَعَى يَعِي adalah عِ 'mengertilah!'.
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- Isnad dari kata kerja dengan dhamir mutsanna (kata ganti dual).
<ins>Dalam bentuk madhi</ins>
| Dhamir ghaib mudzakar | الرَّجُلُ ذَهَبَ | الرَّجُلَانِ ذَهَبَا¹¹ |
|---|---|---|
| Dhamir ghaib muannats | الطَّالِبَةُ ذَهَبَتْ | الطَّالِبَتَانِ ذَهَبَتَا |
| Dhamir mukhathab mudzakar dan muannats | أَنْتَ ذَهَبْتَ | أَنْتُمَا ذَهَبْتُمَا |
| أَنْتِ ذَهَبْتِ | أَنْتُمَا ذَهَبْتُمَا |
Perhatikan, pada bentuk mutsanna (dual) untuk dhamir mukhathab mudzakar dan muannats adalah sama.
Dhamir mutakallim (kata ganti orang pertama) tidak memiliki bentuk mutsanna. Bentuk jamak juga digunakan untuk bentuk muntsanna.
<ins>Dalam bentuk mudhari marfu</ins>
| Dhamir ghaib mudzakar | الطَّالِبُ يَذْهَبُ . الطَّالِبَانِ يَذْهَبَانِ | |
|---|---|---|
| Dhamir ghaib muannats | الطَّالِبَةُ تَذْهَبُ . الطَّالِبَتَانِ تَذْهَبَانِ |
Dhamir mutakallim mudzakar dan muannats memiliki bentuk yang sama:
| أَنْتَ تَذْهَبُ | أَنْتُمَا تَذْهَبَانِ |
|---|---|
| أَنْتِ تَذْهَبِينَ | أَنْتُمَا تَذْهَبَانِ |
<ins>Dalam bentuk mudhari manshub dan majzum</ins>
Mereka memiliki bentuk yang sama baik dalam mudhari manshub maupun dalam muhdari majzum. Pada keduanya nun dihilangkan.
| Mudhari manshub | Mudhari majzum |
|---|---|
| يُرِيدُ الطَّالِبَانِ أَنْ يَذْهَبَا | الطَّالِبَانِ لَمْ يَذْهَبَا |
| تُرِيدُ الطَّالِبَانِ أَنْ تَذْهَبَا | الطَّالِبَانِ لَمْ تَذْهَبَا |
| أَتُرِيدَانِ أَنْ تَذْهَبَا يَا أَخَوَانِ ؟ | أَلَمْ تَذْهَبَا يَا أَخَوَانِ ؟ |
| أَتُرِيدَانِ أَنْ تَذْهَبَا يَا أُخْتَانِ ؟ | أَلَمْ تَذْهَبَا يَا أُخْتَانِ ؟ |
<sup>11</sup> Perhatikan bahwa ini adalah dhamir dengan sukun, dan dhamir dalam ذَهَبْتُمَا adalah mutaharik.
Kita telah mempelaari bahwa ن dalam يَذْهَبُونَ ، تَذْهَبُونَ dan تَذْهَبِينَ dihilangkan dalam mudhari manshub dan mudhari majzum. Sekarang kita harus menambahkan يَذْهَبَانِ dan تَذْهَبَانِ kepada kelompok ini. Kelima bentuk mudhari ini disebut الأَفْعَالُ الخَمْسَةُ (fi'il yang lima). Mereka tetap memiliki nun dalam keadaan marfu dan menghapusnya dalam keadaan manshub dan majzum.
<ins>Dalam bentuk amr</ins>
Dhamir Mudzakar dan muannats memiliki bentuk yang sama. Contoh:
اِذْهَبَا يَا أُخْتَانِ اِذْهَبَا يَا أَخَوَانِ
Dhamir mutsanna adalah sebagai berikut:
a) Marfu.
Dhamir ghaib mudzakar dan muannats هُمَا
Dhamir mukhathab mudzakar dan muannats أَنْتُمَا
Dhamir mutakallim mudzakar dan muannats نَحْنُ
Ini adalah bentuk dhamir yang terpisah. Bentuk dhamir yang tidak terpisah yang muncul pada madhi dan mudhari adalah:
-
alif seperti dalam: ذَهَبَا ، ذَهَبَتَا ، يَذْهَبَانِ ، تَذْهَبَانِ
-
tumâ seperti dalam: ذَهَبْتُمَا
b) Majrur:
Dhamir ghaib mudzakar dan muannats: ـهُمَا seperti dalam أَبُوهُمَا
Dhamir mukhathab mudzakar dan muannats: ـكُمَا seperti dalam أَبُوكُمَا
Dhamir mutakallim mudzakar dan muannats: نَا seperti dalam أَبُونَا
c) Manshub:
Dhamir ghaib mudzakar dan muannats: ـهُمَا seperti dalam رَأَيْتُهُمَا
Dhamir mukhathab mudzakar dan muannats: ـكُمَا seperti dalam رَأَيْتُكُمَا
Dhamir mutakallim mudzakar dan muannats: نَا seperti dalam رَأَانَا المُدِيرُ
- 'Siapa nama kalian?' مَا أَسْمَاؤُكُمَا ؟
Perhatikan bahwa bentuk jamak أَسْمَاء digunakan disini, dan bukannya bentuk mutsanna اِسْمَانِ. Hal-hal yang diketahui hanya ada satu digunakan dalam bentuk jamak ketika berbicara dalam konteks dual. Berikut beberapa contoh:
'Cucilah wajah-wajah kalian' اِغْسِلَا وُجُوهَكُمَا
'Kedua anak laki-laki (itu) mencukur rambutnya' حَلَقَ الْوَلَدَانِ رُءُوسَهُمَا
🖎 Latihan:
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut dengan kata kerja ذَهَبَ dalam bentuk madhi dengan isnad yang benar.
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut dengan kata kerja ذَهَبَ dalam bentuk mudhari dengan isnad yang benar.
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut dengan kata kerja ذَهَبَ dalam bentuk amri dengan isnad yang benar.
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut dengan kata kerja yang terdapat di dalam kurung setelah perubahan seperlunya.
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut dengan bentuk yang dhamir yang benar.
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan menggunakan bentuk mutsanna.
-
Pelajarilah tasrif dari al-khamsah.
<ins>🕮 Kosa-kata Baru:</ins>
| kembar | تَوْءَمَانِ | masa kecil | صِغَرٌ |
|---|---|---|---|
| Menyerupai | شَبَهَ | Pelajaran | حِصَّةٌ |
| penerbangan | خُطُوطٌ جَوِّيَّةٌ | buku yang ditentukan | كُتُبٌ مُقَرَّرَةٌ |
| kantor penerbangan | مَكْتَبُ خُطُوطٍ جَوِّيَّةٍ | membesuk | عِيَادَةٌ |
| Pesantren ( atau yg sejenisnya ) | مَعْهَدٌ | semoga Allah memberimu taufik | وَفَّقَكَ اللهُ |
| btk dual dari أُخْرَى | أُخْرَيَانِ |



