Terjemah Syarah Arba'in Nawawiyah - Ibnu Daqiqil 'Ied

Jalur hadits yang diperluas dari pembahasan awal PDF: niat, Islam-Iman-Ihsan, rukun Islam, bid'ah, halal-haram, nasehat, kehormatan muslim, syubhat, dan adab menjaga hati.

Bagian 19 dari 64 173 halaman

— Keterangan —

Keterangan

Hadits di atas adalah redaksi dalam Shahih Bukhari dengan kata "لِأَخِيهِ" tanpa ada keraguan padanya. Sementara dalam riwayat Muslim ada tambahan "أَوْ لِجَارِهِ" semacam ada keraguan antara ini dan itu.

Para ulama mengatakan, "لَا يُؤْمِنُ" maksudnya tidak sempurna imannya, bukan tidak beriman karena keimanan sudah didapat oleh orang yang tidak memiliki sifat ini.

Yang dimaksud dengan 'senang terhadap saudaranya' adalah menyenanginya dalam hal-hal ketaatan dan perkara-perkara yang mubah (tidak ada masalah). Pengertian ini didukung oleh hadits dalam riwayat An-Nasai yang menyatakan sebagai berikut: "..sehingga ia menyenangi kebaikan bagi saudaranya sebagaimana menyenangi untuk dirinya."


Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 58

Syekh Abu Amer bin As-Shalah mengatakan, hal ini yang sulit untuk terjadi dan memang tidak seperti itu. Karena makna yang benar adalah "Tidak sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai saudaranya se-Islam sebagaimana mencintai dirinya.

Melaksanakan hal itu bisa jadi dengan merasa senang kalau saudara seiman tersebut mendapat kebaikan tanpa adanya iri hati atau mengurangi apa yang didapatkannya. Dan hal seperti itu sangat mudah bagi yang memiliki hati lurus meskipun dirasa berat oleh yang berhati kotor. Semoga Allah memelihara kita dan saudara-saudara kita semua.

Abu Zinad berkata: "Lahiriah hadits ini menunjukkan kesamaan derajat. Akan tapi hakekatnya adalah adanya keinginan unggul karena setiap orang menginginkan lebih baik dari yang lain. Jika ia menyenangi saudaranya sama dengan menyenangi dirinya maka artinya ia masuk ke dalam kelompok yang diungguli (kalah). Coba kita lihat! Setiap orang ingin mendapat keadilan untuk mendapatkan hak dan diselesaikan dari kezalimannya. Jika imannya telah sempurna kemudian ada hak padanya terhadap saudaranya maka ia akan segera insaf untuk menunaikan hak tersebut meskipun dirasa berat.

Dikisahkan bahwa fudhail bin Iyadh berkata kepada Sufyan bin Uyainah, "Jika Anda menginginkan orang lain sama dengan Anda maka Anda belum menunaikan hak nasihat kepada Allah. Apatah lagi jika Anda menginginkan orang lain lebih rendah dari Anda."

Sebagian ulama mengatakan, hadits ini mengandung pengertian bahwa seorang mukmin dengan orang mukmin lain hendaknya seperti satu jiwa. Maka, yang satu seharusnya menyenangi yang lain seperti menyenangi dirinya sendiri layaknya satu tubuh, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits lain yang berbunyi:

"Orang-orang beriman itu seperti satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang mengeluh (karena sakit) maka seluruh tubuh akan merasakan keluhan tersebut dengan panas dingin dan tidak bisa tidur."<sup>(1)</sup>

  1. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Bab Kebaikan, Silaturrahim dan Tatakrama, Pasal Orang-Orang Mukmin Saling Berkasih Sayang No. 2586

Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 59

الحديث الرابع عشر

Bagian 19 dari 64