Mesir
Laits bin Sa'd
94–175 H / 713–791 M
Imam Mesir dan mujtahid besar
Fokus: Fiqih, hadis, fatwa masyarakat
Ringkasan
Otoritas tertinggi Mesir pada masanya; keluasan ilmunya diakui meski mazhab formalnya tidak bertahan.
Biografi
Laits adalah mujtahid mandiri yang dihormati Malik dan generasi sezaman. Fatwanya menjawab masyarakat Mesir. Bahwa mazhabnya tidak melembaga seperti empat mazhab tidak mengurangi jasanya yang meresap ke jalur Syafi’i dan Maliki lewat murid bersama.
Guru (tabi’in / senior)
Nafi' mawla Ibnu Umar, Atha' bin Abi Rabah, Ibnu Syihab az-Zuhri
Murid lanjutan
Asy-Syafi'i, Abdullah bin Wahb
Jasa & capaian
- •Imam Mesir
- •Mujtahid lintas penghargaan
- •Guru tidak langsung jaringan Syafi’i–Maliki
Pelajaran
- ✓Jasa ilmu lebih abadi daripada label mazhab
- ✓Kota besar butuh mujtahid lokal
- ✓Saling hormat antar imam
Sifat menonjol
Rujukan biografi (kitab rijal)
- 1. Kitab Ath-Thabaqat al-Kubra — Ibnu Sa’d (w. 230 H) , tarjamah al-Laits bin Sa’d
- 2. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , tarjamah al-Laits bin Sa’d
- 3. Kitab Tahdzib at-Tahdzib — Ibnu Hajar al-Asqalani , tarjamah al-Laits bin Sa’d
- 4. Kitab Wafayat al-A’yan — Ibnu Khallikan (w. 681 H) , tarjamah al-Laits
Lihat juga
Catatan: ringkasan pembinaan. Detail khilafiyah fikih/hadis dirujuk ke kitab mu’tabar dan guru.



