← Kembali ke Jaringan Ulama
🎓

Imam Syafi’i

Muhammad bin Idris bin al-Abbas asy-Syafi’i al-Qurasyi

📅 150–204 H / 767–820 M 📍 Gaza, Makkah, Baghdad, Mesir 🕌 Pendiri Mazhab Syafi’i

Perumus ushul fiqih sebagai ilmu mandiri melalui Ar-Risalah; menggabungkan kekuatan hadits Madinah dan metode istinbath Irak. Mazhabnya menjadi arus utama pesantren Nusantara.

📖 Kisah & Kontribusi

Lahir di Gaza tahun wafatnya Abu Hanifah, yatim sejak kecil, dibawa ibunya ke Makkah. Hafal Al-Qur’an usia tujuh tahun dan hafal Al-Muwaththa’ sebelum berguru langsung kepada Imam Malik di Madinah. Di Baghdad ia berdiskusi dengan murid-murid Abu Hanifah, lalu di Mesir menyusun qaul jadid yang menjadi pegangan mazhab. Imam Ahmad bin Hanbal, muridnya, berkata bahwa Syafi’i adalah mujaddid abad kedua. Wafat di Fusthath, Mesir, dan makamnya diziarahi hingga kini.

💬 Kata Bijak

"“Pendapatku benar tapi mungkin salah; pendapat orang lain salah tapi mungkin benar.”"

📚 Karya utama

  • • Ar-Risalah (ushul fiqih)
  • • Al-Umm
  • • Ikhtilaf al-Hadits
  • • Diwan asy-Syafi’i

🧭 Guru

🌱 Murid

Rujukan biografi

  1. 1. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , biografi asy-Syafi’i, jilid 10
  2. 2. Kitab Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra — Tajuddin as-Subki (w. 771 H) , jilid 1
  3. 3. Kitab Wafayat al-A’yan — Ibnu Khallikan (w. 681 H)
  4. 4. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , peristiwa tahun 204 H

🌟 Warisan Keilmuan

Imam Syafi’i adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.

Disebut dalam biografi ini