Imam Ahmad bin Hanbal
Ahmad bin Muhammad bin Hanbal asy-Syaibani
Pengarang Musnad Ahmad, simbol keteguhan aqidah Ahlussunnah saat fitnah khalqul Qur’an di masa Mu’tazilah. Guru para imam hadits.
📖 Kisah & Kontribusi
Menuntut hadits sejak muda, berjalan kaki ke Yaman menemui Abdurrazzaq, dan berguru kepada Imam Syafi’i di Baghdad. Ketika Khalifah al-Ma’mun, al-Mu’tashim, dan al-Watsiq memaksakan pendapat bahwa Al-Qur’an makhluk, beliau menolak, dipenjara, dan dicambuk. Keteguhannya menjadikannya “Imam Ahlussunnah”; setelah al-Mutawakkil berkuasa, fitnah dihentikan. Beliau hidup zuhud, menolak pemberian penguasa, dan wafat diiringi ratusan ribu pengantar jenazah.
💬 Kata Bijak
"“Bersabar dalam keteguhan lebih utama daripada dipaksa tunduk.”"
📚 Karya utama
- • Al-Musnad
- • Kitab az-Zuhd
- • Al-‘Ilal wa Ma’rifatur Rijal
🧭 Guru
🌱 Murid
- Imam Bukhari
- Imam Muslim
- Abu Dawud
- Abdullah bin Ahmad
Rujukan biografi
- 1. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , biografi Ahmad bin Hanbal, jilid 11
- 2. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , peristiwa mihnah dan tahun 241 H
- 3. Kitab Wafayat al-A’yan — Ibnu Khallikan (w. 681 H)
🌟 Warisan Keilmuan
Imam Ahmad bin Hanbal adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



