Imam Malik
Malik bin Anas bin Malik al-Ashbahi al-Madani
Imam Dar al-Hijrah, pengarang Al-Muwaththa’, merumuskan amal ahli Madinah sebagai hujjah. Sanad haditsnya Malik–Nafi’–Ibnu Umar disebut “silsilah emas”.
📖 Kisah & Kontribusi
Tumbuh di Madinah dan belajar dari tabi’in besar seperti Nafi’ maula Ibnu Umar dan Ibnu Syihab az-Zuhri. Keteguhan menjaga adab terhadap Rasulullah ﷺ membuatnya tidak menunggangi tunggangan di dalam kota Madinah karena jasad Nabi ﷺ ada di sana. Ia hanya meriwayatkan hadits setelah berwudhu, memakai pakaian terbaik, dan duduk dengan khusyuk. Imam Syafi’i datang ke Madinah untuk berguru kepadanya dan menghafal Al-Muwaththa’. Mazhab Maliki kuat di Hijaz, Afrika Utara, Andalusia, dan Afrika Barat.
💬 Kata Bijak
"“Ilmu itu cahaya, dan Allah tidak memberikannya kepada ahli maksiat.”"
📚 Karya utama
- • Al-Muwaththa’
- • Risalah kepada al-Laits bin Sa’d
🧭 Guru
- Nafi’ maula Ibnu Umar
- Ibnu Syihab az-Zuhri
- Rabi’ah ar-Ra’yi
🌱 Murid
- Imam Syafi’i
- Abdullah bin al-Mubarak
- Ibnu Wahb
- Ibnul Qasim
Rujukan biografi
- 1. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , biografi Malik bin Anas, jilid 8
- 2. Kitab Wafayat al-A’yan — Ibnu Khallikan (w. 681 H)
- 3. Kitab Tahdzib at-Tahdzib — Ibnu Hajar al-Asqalani
🌟 Warisan Keilmuan
Imam Malik adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



