Al-Qadhi Abu Bakr al-Baqillani
Muhammad bin ath-Thayyib al-Baqillani al-Bashri
Penyusun sistematis kalam Asy’ariyah generasi kedua; dijuluki “Syaikhus Sunnah”. Karyanya I’jaz al-Qur’an merintis kajian kemukjizatan bahasa Al-Qur’an.
📖 Kisah & Kontribusi
Qadhi yang cemerlang dalam debat; diutus Khalifah Buwaihi ke Konstantinopel dan menjaga kehormatan Islam di hadapan kaisar Romawi, menolak membungkuk dengan masuk membelakangi pintu yang sengaja direndahkan. Ia mengokohkan argumentasi al-Asy’ari dengan kaidah-kaidah logika sehingga aqidah Aswaja bisa diajarkan secara sistematis, dan menjadi rujukan ulama Maliki di Maghrib serta ulama Syafi’i di Irak. Ia mengajar di Baghdad, menulis setiap malam dua puluh lembar sebelum tidur, dan wafat di sana; adz-Dzahabi menyebutnya imam yang paling cerdas dalam membela Sunnah pada zamannya.
📚 Karya utama
- • At-Tamhid
- • Al-Inshaf
- • I’jaz al-Qur’an
Rujukan biografi
- 1. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , jilid 17
- 2. Kitab Wafayat al-A’yan — Ibnu Khallikan (w. 681 H)
🌟 Warisan Keilmuan
Al-Qadhi Abu Bakr al-Baqillani adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



