← Kembali ke Jaringan Ulama
🎓

Imam al-Ghazali

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi

📅 450–505 H / 1058–1111 M 📍 Thus, Naisabur, Baghdad, Damaskus 🕌 Asy’ari; fiqih Syafi’i; tasawuf Junaidi

Hujjatul Islam. Menyintesakan fiqih, kalam, dan tasawuf dalam Ihya’ Ulumuddin; membantah filsafat yang menyimpang melalui Tahafut al-Falasifah. Kitab-kitabnya menjadi kurikulum pesantren Aswaja.

📖 Kisah & Kontribusi

Murid Imam al-Haramain al-Juwaini, diangkat mengajar di Nizhamiyah Baghdad pada usia 34 tahun dan dikagumi seluruh Irak. Di puncak kemasyhuran ia mengalami krisis batin, meninggalkan Baghdad, dan beruzlah sekitar sepuluh tahun di Damaskus, Baitul Maqdis, dan Hijaz. Dari perjalanan itu lahir Ihya’ Ulumuddin. Ia kembali mengajar di Naisabur atas permintaan wazir, lalu pulang ke Thus mendirikan khanqah dan madrasah sampai wafat. Kisah pencariannya ia tulis sendiri dalam Al-Munqidz minadh Dhalal.

💬 Kata Bijak

"“Bukan ilmu yang dicela, tapi orang yang salah memakainya.”"

📚 Karya utama

  • • Ihya’ Ulumuddin
  • • Al-Munqidz minadh Dhalal
  • • Tahafut al-Falasifah
  • • Bidayatul Hidayah
  • • Al-Mustashfa (ushul fiqih)
  • • Minhajul ‘Abidin

🧭 Guru

🌱 Murid

  • Abu Bakr bin al-Arabi
  • Muhammad bin Yahya an-Naisaburi

Rujukan biografi

  1. 1. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , jilid 19
  2. 2. Kitab Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra — Tajuddin as-Subki (w. 771 H) , jilid 6
  3. 3. Kitab Wafayat al-A’yan — Ibnu Khallikan (w. 681 H)
  4. 4. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , peristiwa tahun 505 H

🌟 Warisan Keilmuan

Imam al-Ghazali adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.

Disebut dalam biografi ini