Imam Abu Manshur al-Maturidi
Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi as-Samarqandi
Perumus aqidah Ahlussunnah di Timur, sejajar dengan al-Asy’ari di Irak. Aliran Maturidiyah dianut mayoritas Hanafiyah di Turki, Asia Tengah, dan anak benua India.
📖 Kisah & Kontribusi
Hidup sezaman dengan al-Asy’ari tetapi di wilayah berbeda, ia menyusun kalam Ahlussunnah di atas warisan Abu Hanifah dan membantah Mu’tazilah, Karramiyah, dan filsuf. Karya tafsirnya, Ta’wilat Ahlissunnah, memadukan tafsir bil-ma’tsur dan penalaran. Ulama Aswaja menegaskan bahwa perbedaan Asy’ari dan Maturidi hanya pada rincian, bukan pokok aqidah.
📚 Karya utama
- • Kitab at-Tauhid
- • Ta’wilat Ahlis Sunnah (tafsir)
🧭 Guru
- Abu Nashr al-‘Iyadhi
- Abu Bakr al-Juzjani
Rujukan biografi
- 1. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H)
- 2. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H)
🌟 Warisan Keilmuan
Imam Abu Manshur al-Maturidi adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



