Imam an-Nawawi
Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi
Muharrir mazhab Syafi’i dan penulis Riyadhus Shalihin, Al-Arba’in, Syarah Shahih Muslim, Al-Majmu’, dan Minhajuth Thalibin. Kitab-kitabnya menjadi hafalan dan kurikulum dasar santri Nusantara.
📖 Kisah & Kontribusi
Datang ke Damaskus usia sembilan belas tahun, belajar dua belas pelajaran sehari, dan hidup zuhud tanpa menikah. Ia menolak fasilitas dan hadiah penguasa, bahkan menegur Sultan Baibars soal pajak yang membebani rakyat. Dalam usia empat puluh lima tahun ia wafat di Nawa, meninggalkan karya yang jumlahnya melampaui umurnya. Al-Arba’in an-Nawawiyah dihafal santri di seluruh dunia.
💬 Kata Bijak
"“Barang siapa bersungguh-sungguh, ia akan mendapat petunjuk.”"
📚 Karya utama
- • Riyadhus Shalihin
- • Al-Arba’in an-Nawawiyah
- • Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim
- • Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab
- • Minhajuth Thalibin
- • Al-Adzkar
- • At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an
🧭 Guru
- Ishaq al-Maghribi
- Abdurrahman bin Nuh al-Maqdisi
- Ibnu Malik (nahwu)
🌱 Murid
- Ibnul Aththar
- Al-Mizzi
Rujukan biografi
- 1. Kitab Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra — Tajuddin as-Subki (w. 771 H) , jilid 8
- 2. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , peristiwa tahun 676 H
- 3. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H)
🌟 Warisan Keilmuan
Imam an-Nawawi adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



