Perpustakaan Kitab / Ilmu Tajwid Lengkap / Modul 2: Nun Sukun dan Tanwin I
Qur'an/Tahsin Bab 2 / 6 Pemula

Modul 2: Nun Sukun dan Tanwin I

Izhar halqi dan idgham bighunnah.

PDF sumber menempatkan bab nun sukun dan tanwin sebagai pembuka inti tajwid. Di modul ini santri mulai belajar melihat pertemuan huruf dan memahami kapan bunyi nun harus dibaca jelas, dan kapan harus dimasukkan dengan dengung.

Fokus Bab

Izhar halqi dan idgham bighunnah.

Posisi

Bab 2

Kitab

Ilmu Tajwid Lengkap

Diperbarui

21 April 2026

Mode Baca

Pilih tampilan belajar

Mode Santri

Nun Sukun dan Tanwin I

PDF sumber menempatkan bab nun sukun dan tanwin sebagai pembuka inti tajwid. Di modul ini santri mulai belajar melihat pertemuan huruf dan memahami kapan bunyi nun harus dibaca jelas, dan kapan harus dimasukkan dengan dengung.

Bab Ini Tentang

Izhar halqi dan idgham bighunnah.

Cara Belajar

Baca pelan, pahami 2-3 inti dulu, lihat contoh, lalu kerjakan latihan sederhana.

Yang Harus Diingat

Inti bab untuk santri

Inti 1

Izhar halqi dibaca jelas karena huruf sesudahnya keluar dari tenggorokan.

Inti 2

Idgham bighunnah memasukkan nun sukun atau tanwin ke huruf tertentu dengan dengung yang terjaga.

Inti 3

Latihan yang baik harus selalu membandingkan contoh izhar dan idgham supaya telinga santri cepat peka.

Kata Kunci

Izhar halqi dan huruf-huruf tenggorokanIdgham bighunnah dan latihan dengung yang stabilPerbandingan bacaan jelas dan bacaan yang melebur

Contoh Bacaan

Baca contoh yang paling penting

مِنْ آمَنَ

min amana

contoh izhar halqi karena nun sukun bertemu hamzah

مِنْ وَالٍ

miw walin

contoh idgham bighunnah saat nun sukun bertemu wau

Latihan Ringan

Kerjakan sedikit tapi rutin

Latihan 1

Kelompokkan 10 contoh ke izhar halqi atau idgham bighunnah.

Latihan 2

Baca dua contoh izhar dan dua contoh idgham dengan tempo lambat.

Catatan Guru

Untuk TPQ, cukup tuntaskan satu bab sekali duduk. Jangan pindah ke bab berikutnya sebelum anak paham inti dan berani membaca contoh.

Urutan Bab

Lanjut belajar dalam kitab ini

Fokus tetap pada kitab yang sama, tidak menampilkan kitab lain.

Bab 1

Modul 1: Pelajaran Pendahuluan dan Bunyi Huruf

Bagian awal ini merapikan pondasi. Santri tidak langsung dibebani istilah cabang, tetapi diajak paham dulu apa itu tajwid, mengapa bacaan harus dijaga, serta bagaimana huruf dan harakat membentuk bunyi yang benar.

Bab 2

Modul 2: Nun Sukun dan Tanwin I

PDF sumber menempatkan bab nun sukun dan tanwin sebagai pembuka inti tajwid. Di modul ini santri mulai belajar melihat pertemuan huruf dan memahami kapan bunyi nun harus dibaca jelas, dan kapan harus dimasukkan dengan dengung.

Bab 3

Modul 3: Nun Sukun dan Tanwin II

Setelah mengenal dua hukum awal, santri dibawa ke cabang yang lebih sering menimbulkan kesalahan: idgham tanpa dengung, perubahan bunyi menjadi mim pada iqlab, dan pembacaan samar pada ikhfa.

Bab 4

Modul 4: Mim Sukun, Ghunnah, dan Macam Idgham

Bab ini memperluas perhatian santri dari nun ke mim. Guru dapat memakai modul ini untuk menunjukkan bahwa pola pertemuan huruf tidak hanya terjadi pada nun, tetapi juga pada mim sukun dan huruf-huruf yang makhrajnya berdekatan.

Bab 5

Modul 5: Lam Ta'rif, Qalqalah, dan Huruf Tebal-Tipis

Di tahap ini santri mulai belajar tanda-tanda yang sangat sering muncul di mushaf: lam ta'rif pada alif-lam, pantulan huruf qalqalah, serta kapan bunyi ra' dan lafzul jalalah dibaca tebal atau tipis.

Bab 6

Modul 6: Bab Mad dan Adab Berhenti

Bab mad adalah penutup besar dalam PDF sumber. Di halaman edukasi ini, mad diringkas menjadi jalur yang lebih mudah: panjang dua harakat, mad wajib, mad jaiz, mad aridh lissukun, lalu ditutup dengan latihan berhenti yang tidak memutus makna secara sembarangan.

Bab Sebelumnya

Modul 1: Pelajaran Pendahuluan dan Bunyi Huruf

Bagian awal ini merapikan pondasi. Santri tidak langsung dibebani istilah cabang, tetapi diajak paham dulu apa itu tajwid, mengapa bacaan harus dijaga, serta bagaimana huruf dan harakat membentuk bunyi yang benar.

Bab Berikutnya

Modul 3: Nun Sukun dan Tanwin II

Setelah mengenal dua hukum awal, santri dibawa ke cabang yang lebih sering menimbulkan kesalahan: idgham tanpa dengung, perubahan bunyi menjadi mim pada iqlab, dan pembacaan samar pada ikhfa.