← Kembali ke Jaringan Ulama
🎓

K.H. Abdul Wahab Hasbullah

Abdul Wahab bin Hasbullah al-Jombangi

📅 1305–1391 H / 1888–1971 M 📍 Tambakberas, Jombang 🕌 Syafi’i; aqidah Asy’ari

Penggerak utama berdirinya Nahdlatul Ulama dan Rais Aam setelah Hadratussyaikh. Pendiri Nahdlatul Wathan dan Taswirul Afkar, wadah yang menyiapkan lahirnya NU tahun 1926.

📖 Kisah & Kontribusi

Putra Kiai Hasbullah dari Tambakberas, ia belajar ke banyak pesantren lalu ke Makkah, berguru antara lain kepada Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi dan Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Sepulang ke tanah air ia mendirikan Nahdlatul Wathan dan kelompok diskusi Taswirul Afkar di Surabaya, tempat para pemuda dilatih berpikir dan berorganisasi. Ketika Hijaz hendak diseragamkan satu paham dan tradisi bermazhab terancam, ia menggerakkan Komite Hijaz yang berangkat menemui penguasa Makkah, dan dari gerakan itulah Nahdlatul Ulama lahir. Ia dikenal luwes dalam pergaulan, tegas dalam prinsip, dan piawai mempertemukan pandangan para kiai yang berbeda. Setelah Hadratussyaikh wafat, ia memegang Rais Aam dan mengawal NU melewati masa revolusi hingga awal Orde Baru.

📚 Karya utama

  • • Fiqih Mu’tabar dalam Muqaddimah Bahtsul Masail NU
  • • Syair Yaa Lal Wathan (himne kebangsaan santri)

🧭 Guru

🌱 Murid

Rujukan biografi

  1. 1. Kitab Fiqih Mu’tabar dalam Muqaddimah Bahtsul Masail NU — K.H. Abdul Wahab Hasbullah (w. 1391 H) , muqaddimah
  2. 2. Kitab Al-‘Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid — Syaikh Yasin al-Fadani (w. 1410 H) , jalur sanad ulama Jombang

🌟 Warisan Keilmuan

K.H. Abdul Wahab Hasbullah adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.

Disebut dalam biografi ini