Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari
Muhammad Hasyim bin Asy’ari bin Abdul Wahid al-Jombangi
Pendiri Pesantren Tebuireng dan Rais Akbar Nahdlatul Ulama; perumus prinsip Aswaja an-Nahdliyah dalam Qanun Asasi. Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 mengobarkan perlawanan rakyat Surabaya.
📖 Kisah & Kontribusi
Cucu pendiri Pesantren Gedang, belajar kepada K.H. Khalil Bangkalan lalu ke Makkah berguru kepada Syaikh Nawawi al-Bantani dan Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi yang memberinya sanad Bukhari. Kembali ke Jombang tahun 1899, ia mendirikan Tebuireng di tengah lingkungan yang semula memusuhinya, lalu bersama K.H. Wahab Hasbullah dan para kiai mendirikan NU tahun 1926 untuk menjaga tradisi Aswaja dan kemerdekaan berpikir bermazhab. Risalah Ahlissunnah wal Jama’ah dan Adabul ‘Alim wal Muta’allim menjadi pegangan santri.
💬 Kata Bijak
"“Barang siapa mengurus NU, aku anggap santriku; siapa yang menjadi santriku, aku doakan husnul khatimah beserta anak cucunya.”"
📚 Karya utama
- • Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah
- • Adabul ‘Alim wal Muta’allim
- • At-Tibyan fin Nahyi ‘an Muqatha’atil Arham
- • Qanun Asasi Nahdlatul Ulama
🧭 Guru
🌱 Murid
- K.H. Wahid Hasyim
- K.H. Abdul Wahab Hasbullah
- K.H. Bisri Syansuri
- K.H. As’ad Syamsul Arifin
Rujukan biografi
- 1. Kitab Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah — K.H. Hasyim Asy’ari
- 2. Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim — K.H. Hasyim Asy’ari (w. 1366 H)
- 3. Kitab Qanun Asasi Nahdlatul Ulama (Muqaddimah) — K.H. Hasyim Asy’ari, 1926 M
- 4. Kitab Al-‘Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid — Syaikh Yasin al-Fadani (w. 1410 H) , jalur sanad K.H. Hasyim Asy’ari
🌟 Warisan Keilmuan
Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



