← Kembali ke Jaringan Ulama
🎓

K.H. Bisri Syansuri

Bisri bin Syansuri al-Jombangi

📅 1304–1400 H / 1886–1980 M 📍 Denanyar, Jombang 🕌 Syafi’i; aqidah Asy’ari

Faqih paling teliti di kalangan kiai NU, dijuluki penjaga fiqih. Pendiri Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar dan perintis pendidikan santri perempuan di pesantren.

📖 Kisah & Kontribusi

Belajar kepada K.H. Khalil Bangkalan lalu ke Tebuireng, dan menjadi salah satu murid terdekat Hadratussyaikh sebelum berangkat ke Makkah. Tahun 1917 ia mendirikan Pesantren Denanyar, dan beberapa tahun kemudian mengambil langkah yang saat itu belum lazim, yaitu membuka pengajian khusus bagi santri perempuan di lingkungan pesantren. Dalam bahtsul masail ia dikenal paling ketat memegang teks kitab: sebuah keputusan baru ia terima bila dalilnya jelas dan ditemukan dalam kitab mu’tabar. Ketelitian itu membuat pandangannya kerap menjadi penyeimbang atas keluwesan K.H. Wahab Hasbullah, dan keduanya justru saling melengkapi selama puluhan tahun. Ia memimpin NU sebagai Rais Aam pada masa akhir hidupnya.

📚 Karya utama

  • • Tsamratul Hikmah (risalah tasawuf dan adab)
  • • Risalah fiqih untuk pengajian pesantren

🧭 Guru

🌱 Murid

Rujukan biografi

  1. 1. Kitab Tsamratul Hikmah (risalah tasawuf dan adab) — K.H. Bisri Syansuri (w. 1400 H) , muqaddimah
  2. 2. Kitab Al-‘Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid — Syaikh Yasin al-Fadani (w. 1410 H) , jalur sanad kiai Jombang

🌟 Warisan Keilmuan

K.H. Bisri Syansuri adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.

Disebut dalam biografi ini