K.H. Muhammad Khalil Bangkalan
Muhammad Khalil bin Abdul Lathif al-Bangkalani
Guru para kiai pendiri pesantren Jawa dan Madura; ahli nahwu dan fiqih, dikenal kewaliannya. Restunya menyertai pendirian Nahdlatul Ulama.
📖 Kisah & Kontribusi
Belajar di pesantren-pesantren Jawa lalu ke Makkah berguru kepada Syaikh Nawawi al-Bantani. Kembali ke Bangkalan, ia mendirikan pesantren yang menjadi kawah candradimuka kiai: Hasyim Asy’ari, Wahab Hasbullah, Bisri Syansuri, As’ad Syamsul Arifin, dan banyak lagi. Kisah tongkat dan tasbih yang dikirimkan kepada K.H. Hasyim Asy’ari melalui As’ad Syamsul Arifin dikenang sebagai isyarat restu berdirinya NU.
🧭 Guru
- Syaikh Nawawi al-Bantani
- Kiai Asyik Bangkalan
- K.H. Abdul Basyar Banyuwangi
🌱 Murid
- K.H. Hasyim Asy’ari
- K.H. Wahab Hasbullah
- K.H. Bisri Syansuri
- K.H. As’ad Syamsul Arifin
- K.H. Manaf Abdul Karim (Lirboyo)
Rujukan biografi
- 1. Kitab Al-‘Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid — Syaikh Yasin al-Fadani (w. 1410 H) , jalur sanad Jawa
- 2. Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim — K.H. Hasyim Asy’ari (w. 1366 H) , sanad guru pengarang
🌟 Warisan Keilmuan
K.H. Muhammad Khalil Bangkalan adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



