Syaikh Nawawi al-Bantani
Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi al-Jawi al-Bantani
Sayyid Ulama al-Hijaz, pengajar di Masjidil Haram, guru para pendiri pesantren besar Jawa. Karyanya lebih dari seratus judul dan masih menjadi kitab kuning wajib di pesantren.
📖 Kisah & Kontribusi
Putra penghulu Tanara, belajar ke Makkah usia lima belas tahun, sempat pulang lalu menetap di Makkah hingga wafat. Ia mengajar di Masjidil Haram dan rumahnya di Syi’ib Ali, muridnya mencakup K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Khalil Bangkalan, dan K.H. Ahmad Dahlan. Tafsir Marah Labid ia tulis dan dicetak di Makkah dan Kairo; syarah-syarahnya atas kitab fiqih dan akhlak menjadi tulang punggung kurikulum pesantren. Dimakamkan di Ma’la, Makkah.
📚 Karya utama
- • Tafsir Marah Labid (At-Tafsir al-Munir)
- • Nashaihul ‘Ibad
- • Kasyifatus Saja
- • Nihayatuz Zain
- • Tausyikh ‘ala Fathil Qarib
- • Sullamut Taufiq (syarah)
🧭 Guru
- Syaikh Ahmad Khatib Sambas
- Syaikh Ahmad Zaini Dahlan
- Syaikh Abdul Ghani Bima
🌱 Murid
Rujukan biografi
- 1. Kitab Tafsir Marah Labid (khatimah pengarang) — Syaikh Nawawi al-Bantani
- 2. Kitab Nashaihul ‘Ibad (muqaddimah pengarang) — Syaikh Nawawi al-Bantani (w. 1314 H)
- 3. Kitab Kifayatul Mustafid lima ‘Ala min al-Asanid — Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi (w. 1338 H) , sanad kepada Syaikh Nawawi
- 4. Kitab Al-‘Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid — Syaikh Yasin al-Fadani (w. 1410 H)
🌟 Warisan Keilmuan
Syaikh Nawawi al-Bantani adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



