← Kembali ke Jaringan Ulama
🎓

Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi

Muhammad Mahfuzh bin Abdullah at-Tarmasi al-Jawi

📅 1285–1338 H / 1868–1920 M 📍 Tremas (Pacitan), Makkah 🕌 Syafi’i; aqidah Asy’ari

Muhaddits Nusantara pemegang sanad Shahih al-Bukhari, guru K.H. Hasyim Asy’ari dalam hadits. Karyanya dalam ushul fiqih, hadits, dan qira’at diakui ulama Makkah.

📖 Kisah & Kontribusi

Putra K.H. Abdullah, pengasuh Pesantren Tremas, ia dibawa ayahnya ke Makkah sejak kecil dan belajar kepada Syaikh Nawawi al-Bantani, Sayyid Abu Bakr Syatha, serta ulama Haramain lainnya sampai diizinkan mengajar di Masjidil Haram. Ia menguasai qira’at, hadits, dan ushul fiqih, dan menulis syarah Alfiyah as-Suyuthi dalam ilmu hadits yang dipuji ulama Makkah. Ia memberi ijazah sanad Shahih al-Bukhari kepada K.H. Hasyim Asy’ari dan banyak kiai Jawa, sehingga silsilah hadits pesantren Nusantara bersambung melalui jalurnya. Wafat di Makkah dan dimakamkan di Ma’la, tidak jauh dari makam gurunya.

📚 Karya utama

  • • Manhaj Dzawin Nazhar (syarah Alfiyah as-Suyuthi dalam mustalah hadits)
  • • Mauhibah Dzil Fadhl
  • • Kifayatul Mustafid

🧭 Guru

🌱 Murid

Rujukan biografi

  1. 1. Kitab Kifayatul Mustafid lima ‘Ala min al-Asanid — Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi (w. 1338 H)
  2. 2. Kitab Manhaj Dzawin Nazhar (muqaddimah) — Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi
  3. 3. Kitab Al-‘Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid — Syaikh Yasin al-Fadani (w. 1410 H) , jalur sanad Bukhari

🌟 Warisan Keilmuan

Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.

Disebut dalam biografi ini