Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi
Muhammad Mahfuzh bin Abdullah at-Tarmasi al-Jawi
Muhaddits Nusantara pemegang sanad Shahih al-Bukhari, guru K.H. Hasyim Asy’ari dalam hadits. Karyanya dalam ushul fiqih, hadits, dan qira’at diakui ulama Makkah.
📖 Kisah & Kontribusi
Putra K.H. Abdullah, pengasuh Pesantren Tremas, ia dibawa ayahnya ke Makkah sejak kecil dan belajar kepada Syaikh Nawawi al-Bantani, Sayyid Abu Bakr Syatha, serta ulama Haramain lainnya sampai diizinkan mengajar di Masjidil Haram. Ia menguasai qira’at, hadits, dan ushul fiqih, dan menulis syarah Alfiyah as-Suyuthi dalam ilmu hadits yang dipuji ulama Makkah. Ia memberi ijazah sanad Shahih al-Bukhari kepada K.H. Hasyim Asy’ari dan banyak kiai Jawa, sehingga silsilah hadits pesantren Nusantara bersambung melalui jalurnya. Wafat di Makkah dan dimakamkan di Ma’la, tidak jauh dari makam gurunya.
📚 Karya utama
- • Manhaj Dzawin Nazhar (syarah Alfiyah as-Suyuthi dalam mustalah hadits)
- • Mauhibah Dzil Fadhl
- • Kifayatul Mustafid
🧭 Guru
- Syaikh Nawawi al-Bantani
- Sayyid Abu Bakr Syatha
- Syaikh Muhammad Sa’id Babashil
🌱 Murid
- K.H. Hasyim Asy’ari
- K.H. Wahab Hasbullah
- K.H. Bisri Syansuri
- K.H. Dalhar Watucongol
Rujukan biografi
- 1. Kitab Kifayatul Mustafid lima ‘Ala min al-Asanid — Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi (w. 1338 H)
- 2. Kitab Manhaj Dzawin Nazhar (muqaddimah) — Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi
- 3. Kitab Al-‘Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid — Syaikh Yasin al-Fadani (w. 1410 H) , jalur sanad Bukhari
🌟 Warisan Keilmuan
Syaikh Mahfuzh at-Tarmasi adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



