โ† Kembali ke Perpustakaan Kitab
Adab/Tasawuf Dasar Menengah

Terjemah Bidayatul Hidayah

Jalur adab dan tazkiyah yang diperluas dari daftar isi PDF: niat mencari ilmu, adab pagi hingga malam, wudhu dan shalat, penjagaan anggota badan, penyakit hati, dan adab pergaulan.

Level

Dasar Menengah

Modul

8

Diperbarui

16 September 2026

Arah Belajar

PDF "Terjemah Bidayatul Hidayah" dapat dipetakan cukup jelas dari daftar isi dan bab-bab awal. Modul di bawah merangkum pembukaan tentang niat mencari ilmu, bab mematuhi perintah Allah pada rutinitas harian, bab menjauhi larangan lahir dan batin, serta bab pergaulan dengan Allah dan sesama makhluk. Hasilnya dibuat lebih bertahap agar cocok menjadi halaman edukasi pendamping TPQ.

Informasi Kitab

Penulis/Penyusun

Imam al-Ghazali

Kategori

Adab/Tasawuf

Madzhab

Syafi'i

Level

Dasar Menengah

Jalur/Modul

8 modul

Posisi/Jilid

Jilid 5

Tag Utama

AdabTasawufTazkiyahDzikirBidayatul Hidayah

Reader Awal

Ringkasan kitab dan arah belajar

Ringkasan

Jalur adab dan tazkiyah yang diperluas dari daftar isi PDF: niat mencari ilmu, adab pagi hingga malam, wudhu dan shalat, penjagaan anggota badan, penyakit hati, dan adab pergaulan.

Deskripsi

PDF "Terjemah Bidayatul Hidayah" dapat dipetakan cukup jelas dari daftar isi dan bab-bab awal. Modul di bawah merangkum pembukaan tentang niat mencari ilmu, bab mematuhi perintah Allah pada rutinitas harian, bab menjauhi larangan lahir dan batin, serta bab pergaulan dengan Allah dan sesama makhluk. Hasilnya dibuat lebih bertahap agar cocok menjadi halaman edukasi pendamping TPQ.

Tujuan Kitab

Menghubungkan ilmu dengan adab sehingga santri tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga membenahi kebiasaan.
Membimbing santri dari adab lahir seperti bangun tidur, bersuci, dan shalat menuju adab batin seperti muhasabah dan menjaga hati.
Membuat Bidayatul Hidayah lebih mudah diajarkan di kelas melalui unit belajar yang singkat dan praktis.
Mendorong lahirnya rutinitas dzikir, kontrol lisan, dan rasa hormat kepada guru, orang tua, dan teman.

Catatan Sumber

Modul dipetakan dari daftar isi dan pembahasan awal PDF: niat mencari ilmu, adab bangun tidur, kamar kecil, wudhu, masjid, shalat, amalan siang-malam, penjagaan anggota badan, penyakit hati, dan adab pergaulan.

Disclaimer

Materi kitab ini untuk pembelajaran. Untuk masalah hukum dan amaliah, tetap utamakan bimbingan guru/ustadz.

Peta Sumber

Bab dan subbab dari PDF

Semi-ekstraksi ini memetakan struktur kitab asal lalu menyambungkannya ke modul web.

Bab 1 Modul 1

Bab 1: Muqaddimah Niat Mencari Ilmu

Pengantar penyusun (hal. 7-14) memperingatkan penuntut ilmu yang berniat mencari popularitas: ia disebut menghancurkan agamanya sendiri dan menjual kebahagiaan akhirat dengan kesenangan dunia. Guru yang membantunya diibaratkan menjual pedang kepada penjahat.

Buka Bab
Niat bersaing dan mencari popularitas merusak agama
Hadits: menolong maksiat walau sepatah kata ikut menanggungnya
Niat mencari petunjuk: malaikat membentangkan sayap, ikan di laut memohonkan ampun
Hidayah punya permulaan dan puncak, ada zhahir dan ada batin
Dasar hidayah dipakai melatih nafsu dan menguji hati
Bab 2 Modul 2

Bab 2: Bangun Tidur dan Adab Awal Hari

Bab 1 kitab (hal. 15-22) membuka rutinitas harian dari bangun tidur hingga kamar kecil. Hari seorang muslim ditata sejak mata terbuka agar tidak ada waktu yang kosong dari dzikir.

Buka Bab
Tata cara bangun dari tidur dan doanya (hal. 18)
Adab masuk dan keluar kamar kecil (hal. 20)
Istinja, siwak, dan kebersihan awal hari
Menata niat sebelum memulai aktivitas
Bab 3 Modul 3

Bab 3: Wudhu, Mandi, dan Tayammum

Hal. 23-35 merinci bersuci bukan sekadar fiqih gerakan, tetapi latihan menghadirkan hati. Setiap basuhan disertai kesadaran akan makna dan doanya.

Buka Bab
Tata cara berwudhu dan doa tiap anggota (hal. 23)
Tata cara mandi (hal. 32)
Tata cara bertayammum sebagai rukhsah (hal. 34)
Menjaga kehadiran hati dalam bersuci
Bab 4 Modul 4

Bab 4: Masjid dan Adab Shalat

Hal. 36-88 membahas perjalanan ke masjid, persiapan shalat, khusyuk, hingga adab imam dan makmum. Kitab menekankan keadaan hati, bukan hanya sahnya gerakan.

Buka Bab
Tata cara pergi ke masjid dan masuk masjid (hal. 36-38)
Adab mempersiapkan diri untuk shalat (hal. 63)
Adab melaksanakan shalat dan khusyuk (hal. 76)
Adab imam dan makmum (hal. 85)
Bab 5 Modul 5

Bab 5: Amalan Siang-Malam, Jumat, Puasa, dan Tidur

Hal. 56-99 menata seluruh waktu manusia. Termasuk peringatan bahwa lima perkara membatalkan pahala puasa: bohong, mengumpat, mengadu domba, sumpah palsu, dan memandang disertai syahwat.

Buka Bab
Amalan sepanjang siang dan malam (hal. 56)
Adab menjelang tidur dan muhasabah (hal. 69)
Adab di hari Jumat (hal. 89)
Adab berpuasa dan lima pembatal pahalanya (hal. 95)
Bab 6 Modul 6

Bab 6: Menjaga Mata, Telinga, dan Lisan

Bab 2 bagian A (hal. 100-116): menjauhi larangan secara lahiriyah. Lisan disebut anggota badan yang paling dominan menjatuhkan manusia, dan kitab merinci delapan bentuk maksiatnya.

Buka Bab
Memelihara mata: mensyukurinya dengan menundukkan pandangan (hal. 102)
Memelihara telinga: mendengar yang haram sama maksiatnya dengan mengucapkan (hal. 104)
Empat kewajiban lisan: dzikir, membaca Al-Quran, menuntun ke jalan Allah, menyatakan hajat
Dusta dan ingkar janji (hal. 107-108)
Ghibah atau mengumpat (hal. 109)
Debat dan banyak bicara (hal. 112)
Memuji diri dan melaknat (hal. 114-115)
Mendoakan jelek, mencela, sinis, dan menghina (hal. 115-116)
Bab 7 Modul 7

Bab 7: Menjaga Perut, Farji, Tangan, Kaki, dan Penyakit Hati

Hal. 117-138 menyambung disiplin anggota badan dengan bagian B: menjauhi maksiat hati. Kitab menyebut tiga penyebab utama penyakit hati yaitu hasad, riya, dan ujub, serta memberi lima cara praktis mengobati takabur.

Buka Bab
Memelihara perut: tujuh akibat kekenyangan, dari keras hati hingga menguatkan syahwat (hal. 117)
Memelihara farji, tangan, dan kaki; larangan mendatangi penguasa zalim (hal. 119-120)
Empat sifat dalam hati manusia: sabuiyyah, bahimiyyah, syaithaniyyah, rabbaniyyah (hal. 126)
Hasad: cabang dari syukh, membakar amal seperti api memakan kayu bakar
Riya: syirik sirri, beramal demi pujian dan gila kehormatan
Ujub, takabur, dan fakhru; akarnya ucapan Iblis dalam QS. Al-Araaf 12 (hal. 129)
Hadits tiga perusak amal: bakhil yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, mengagumi diri sendiri
Lima cara mengobati takabur: cara memandang anak kecil, orang tua, orang berilmu, orang bodoh, dan orang kafir
Nasihat Nabi kepada Muadz bin Jabal (hal. 131)
Bab 8 Modul 8

Bab 8: Adab dengan Allah dan Sesama

Bab 3 kitab (hal. 139-161) mengarahkan seluruh tazkiyah ke hubungan yang tertata: dengan Allah, guru, orang tua, hingga cara memilih sahabat.

Buka Bab
Sopan santun bermunajat kepada Allah (hal. 139)
Adab seorang yang berilmu atau guru (hal. 140)
Adab seorang murid (hal. 141)
Adab anak kepada orang tua (hal. 143)
Pergaulan dengan orang awam (hal. 144)
Memilih sahabat dan tata cara bersahabat (hal. 144-152)
Tata cara bergaul dengan kenalan (hal. 153)

Bab Kitab

Daftar bab kitab ini

Setiap bab sekarang punya halaman sendiri agar belajar tidak menumpuk di satu halaman.

Bab 1 Pengantar penyusun (hal. 7-14): bahaya menuntut ilmu demi popularitas, dan dua lapis hidayah. 1 peta sumber

Modul 1: Niat Mencari Ilmu dan Peta Hidayah

Imam al-Ghazali membuka kitab dengan peringatan keras. Penuntut ilmu yang berniat bersaing mencari popularitas, kebanggaan, atau simpati orang banyak disebut telah menghancurkan agamanya sendiri dan menjual kebahagiaan akhirat dengan kesenangan dunia. Bahkan gurunya pun dianggap membantu kemaksiatan, diibaratkan orang yang menjual pedang kepada penjahat.

Niat mencari popularitas membuat perdagangan ilmu menjadi rugi, tidak membawa keuntungan.
Sabda Nabi: barangsiapa menolong orang lain berbuat maksiat walau hanya dengan sepatah kata, ia dianggap ikut melakukannya.
3 contoh 3 latihan
Buka Bab
Bab 2 Bab 1 kitab (hal. 15-22): menata hari sejak mata terbuka. 1 peta sumber

Modul 2: Bangun Tidur, Kamar Kecil, dan Adab Awal Hari

Bab mematuhi perintah Allah dimulai dari hal yang tampak sepele tetapi sering diabaikan. Di sinilah kekuatan kitab ini: hidayah dibangun dari kebiasaan harian yang disiplin, bukan dari teori besar. Yang diatur adalah bangun tidur, kamar kecil, istinja, dan siwak.

Tata cara bangun dari tidur beserta doanya dibahas lebih dahulu daripada ibadah besar (hal. 18).
Adab masuk dan keluar kamar kecil melatih rasa malu dan kesadaran syariat (hal. 20).
3 contoh 3 latihan
Buka Bab
Bab 3 Hal. 23-35: bersuci sebagai latihan menghadirkan hati, bukan gerakan mekanis. 1 peta sumber

Modul 3: Wudhu, Mandi, Tayammum, dan Kebersihan Lahir

Kitab tidak berhenti pada hukum sah atau batal. Setiap basuhan wudhu disertai doa dan kesadaran maknanya, sehingga bersuci menjadi latihan kehadiran hati. Tayammum diajarkan sebagai kemudahan syariat yang tetap dijalankan dengan kehormatan.

Tata cara berwudhu dirinci lengkap dengan doa pada tiap anggota badan (hal. 23).
Tata cara mandi dibahas sebagai kebersihan lahir yang menopang ibadah (hal. 32).
3 contoh 3 latihan
Buka Bab
Bab 4 Hal. 36-88: dari langkah menuju masjid sampai adab imam dan makmum. 1 peta sumber

Modul 4: Pergi ke Masjid dan Adab Melaksanakan Shalat

Kitab menuntun sampai ke detail suasana ibadah. Perjalanan ke masjid, cara masuk, persiapan shalat, khusyuk, hingga tanggung jawab imam dan makmum semuanya dibahas sebagai latihan merendahkan hati di hadapan Allah.

Tata cara pergi ke masjid dan masuk ke dalamnya diatur tersendiri (hal. 36-38).
Adab mempersiapkan diri untuk shalat mencakup pakaian, kebersihan, dan niat (hal. 63).
3 contoh 3 latihan
Buka Bab
Bab 5 Hal. 56-99: menata seluruh waktu agar tidak kosong dari dzikir dan muhasabah. 1 peta sumber

Modul 5: Amalan Siang-Malam, Jumat, Puasa, dan Menjelang Tidur

Adab tidak dibatasi pada waktu belajar. Siang, malam, hari Jumat, puasa, sampai waktu tidur dijahit menjadi satu ritme ibadah. Pada bab puasa, kitab menyebut lima perkara yang membatalkan pahala puasa meski puasanya tetap sah secara fiqih.

Amalan sepanjang siang dan malam menjaga hati dari kelalaian (hal. 56).
Menjelang tidur adalah waktu muhasabah, bukan sekadar menutup hari (hal. 69).
3 contoh 3 latihan
Buka Bab
Bab 6 Bab 2 bagian A (hal. 100-116): menjauhi larangan secara lahiriyah. 1 peta sumber

Modul 6: Menjaga Mata, Telinga, dan Lisan

Kitab menaruh perhatian besar pada tiga pintu dosa yang paling dekat. Lisan disebut anggota badan yang paling dominan menjatuhkan manusia, sampai seseorang bisa dijerumuskan ke neraka karenanya. Al-Ghazali merinci delapan bentuk maksiat lisan satu per satu.

Mata diciptakan untuk memperoleh petunjuk dalam kegelapan; nikmat ini disyukuri dengan menundukkan pandangan (hal. 102).
Mendengar sesuatu yang haram hukumnya maksiat, sama seperti mengucapkannya (hal. 104).
3 contoh 3 latihan
Buka Bab
Bab 7 Hal. 117-138: dari disiplin anggota badan menuju tazkiyah dari hasad, riya, dan ujub. 1 peta sumber

Modul 7: Menjaga Perut, Farji, Tangan, Kaki, dan Penyakit Hati

Bagian ini menghubungkan anggota badan dengan penyakit batin, lalu masuk ke bagian B: menjauhi maksiat hati. Al-Ghazali menyebut manusia memiliki empat sifat yang terkumpul dalam hati, dan menetapkan tiga penyebab utama penyakit hati yang harus dibersihkan lebih dahulu sebelum penyakit lain bisa diobati.

Tujuh akibat kekenyangan: keras hati, merusak kecerdikan, menghilangkan hafalan, berat beribadah, malas belajar, menguatkan syahwat, dan membantu setan (hal. 117).
Ibadah dengan makanan haram diibaratkan mendirikan gedung mewah di atas kotoran binatang.
5 contoh 4 latihan
Buka Bab
Bab 8 Bab 3 kitab (hal. 139-161): buah tazkiyah tampak dalam cara bergaul. 1 peta sumber

Modul 8: Adab dengan Allah, Guru, Murid, Orang Tua, dan Sesama

Kitab ditutup dengan adab pergaulan, karena ilmu yang benar harus terlihat dalam cara berinteraksi. Hormat kepada Allah semestinya memancar menjadi hormat kepada guru, orang tua, teman, dan masyarakat. Bagian memilih sahabat dibahas cukup panjang karena teman menentukan arah seseorang.

Sopan santun bermunajat kepada Allah dalam doa dan ketaatan (hal. 139).
Adab seorang yang berilmu atau guru dalam menyampaikan dan menjaga ilmunya (hal. 140).
3 contoh 3 latihan
Buka Bab

Glosarium

Istilah yang perlu dibiasakan

Fokus pada pemahaman fungsi istilah, bukan sekadar hafalan bunyi.

hidayah

petunjuk Allah yang mengarahkan hati dan amal

muhasabah

mengevaluasi diri dan amal secara jujur

tazkiyah

penyucian jiwa dari sifat buruk

ujub

bangga diri terhadap amal dan merasa cukup dengan diri sendiri

takabur

menolak kebenaran dan meremehkan orang lain

adab

perilaku yang tepat, sopan, dan sesuai tuntunan

wara'

hati-hati meninggalkan yang meragukan agar tidak jatuh pada yang haram

dzikir

mengingat Allah dengan lisan dan hati

Viewer Sumber

PDF rujukan jilid ini

Buka di tab baru
Memuat Viewer Terjemah Bidayatul Hidayahโ€ฆ