Perpustakaan Kitab / Terjemah Bidayatul Hidayah / Modul 5: Amalan Siang-Malam, Jumat, Puasa, dan Menjelang Tidur
Adab/Tasawuf Bab 5 / 8 Dasar Menengah

Modul 5: Amalan Siang-Malam, Jumat, Puasa, dan Menjelang Tidur

Hal. 56-99: menata seluruh waktu agar tidak kosong dari dzikir dan muhasabah.

Adab tidak dibatasi pada waktu belajar. Siang, malam, hari Jumat, puasa, sampai waktu tidur dijahit menjadi satu ritme ibadah. Pada bab puasa, kitab menyebut lima perkara yang membatalkan pahala puasa meski puasanya tetap sah secara fiqih.

Fokus Bab

Hal. 56-99: menata seluruh waktu agar tidak kosong dari dzikir dan muhasabah.

Posisi

Bab 5

Kitab

Terjemah Bidayatul Hidayah

Diperbarui

16 September 2026

Mode Baca

Pilih tampilan belajar

Mode Santri

Amalan Siang-Malam, Jumat, Puasa, dan Menjelang Tidur

Adab tidak dibatasi pada waktu belajar. Siang, malam, hari Jumat, puasa, sampai waktu tidur dijahit menjadi satu ritme ibadah. Pada bab puasa, kitab menyebut lima perkara yang membatalkan pahala puasa meski puasanya tetap sah secara fiqih.

Bab Ini Tentang

Hal. 56-99: menata seluruh waktu agar tidak kosong dari dzikir dan muhasabah.

Cara Belajar

Baca pelan, pahami 2-3 inti dulu, lihat contoh, lalu kerjakan latihan sederhana.

Yang Harus Diingat

Inti bab untuk santri

Inti 1

Amalan sepanjang siang dan malam menjaga hati dari kelalaian (hal. 56).

Inti 2

Menjelang tidur adalah waktu muhasabah, bukan sekadar menutup hari (hal. 69).

Inti 3

Hari Jumat memiliki adab khusus yang memperkaya kehidupan ibadah (hal. 89).

Kata Kunci

Amalan sepanjang siang dan malam (hal. 56)Adab menjelang tidur dan muhasabah (hal. 69)Adab di hari Jumat (hal. 89)Adab berpuasa dan lima pembatal pahalanya (hal. 95)

Contoh Bacaan

Baca contoh yang paling penting

الْمُحَاسَبَةُ

al-muhasabah

mengevaluasi diri dan amal secara jujur

الذِّكْرُ

adz-dzikr

mengingat Allah dengan lisan dan hati

Latihan Ringan

Kerjakan sedikit tapi rutin

Latihan 1

Sebelum tidur, tuliskan satu amal baik dan satu kekurangan hari ini.

Latihan 2

Amalkan dzikir pagi dan petang selama sepekan, lalu ceritakan pengaruhnya.

Catatan Guru

Untuk TPQ, cukup tuntaskan satu bab sekali duduk. Jangan pindah ke bab berikutnya sebelum anak paham inti dan berani membaca contoh.

Urutan Bab

Lanjut belajar dalam kitab ini

Fokus tetap pada kitab yang sama, tidak menampilkan kitab lain.

Bab 1

Modul 1: Niat Mencari Ilmu dan Peta Hidayah

Imam al-Ghazali membuka kitab dengan peringatan keras. Penuntut ilmu yang berniat bersaing mencari popularitas, kebanggaan, atau simpati orang banyak disebut telah menghancurkan agamanya sendiri dan menjual kebahagiaan akhirat dengan kesenangan dunia. Bahkan gurunya pun dianggap membantu kemaksiatan, diibaratkan orang yang menjual pedang kepada penjahat.

Bab 2

Modul 2: Bangun Tidur, Kamar Kecil, dan Adab Awal Hari

Bab mematuhi perintah Allah dimulai dari hal yang tampak sepele tetapi sering diabaikan. Di sinilah kekuatan kitab ini: hidayah dibangun dari kebiasaan harian yang disiplin, bukan dari teori besar. Yang diatur adalah bangun tidur, kamar kecil, istinja, dan siwak.

Bab 3

Modul 3: Wudhu, Mandi, Tayammum, dan Kebersihan Lahir

Kitab tidak berhenti pada hukum sah atau batal. Setiap basuhan wudhu disertai doa dan kesadaran maknanya, sehingga bersuci menjadi latihan kehadiran hati. Tayammum diajarkan sebagai kemudahan syariat yang tetap dijalankan dengan kehormatan.

Bab 4

Modul 4: Pergi ke Masjid dan Adab Melaksanakan Shalat

Kitab menuntun sampai ke detail suasana ibadah. Perjalanan ke masjid, cara masuk, persiapan shalat, khusyuk, hingga tanggung jawab imam dan makmum semuanya dibahas sebagai latihan merendahkan hati di hadapan Allah.

Bab 5

Modul 5: Amalan Siang-Malam, Jumat, Puasa, dan Menjelang Tidur

Adab tidak dibatasi pada waktu belajar. Siang, malam, hari Jumat, puasa, sampai waktu tidur dijahit menjadi satu ritme ibadah. Pada bab puasa, kitab menyebut lima perkara yang membatalkan pahala puasa meski puasanya tetap sah secara fiqih.

Bab 6

Modul 6: Menjaga Mata, Telinga, dan Lisan

Kitab menaruh perhatian besar pada tiga pintu dosa yang paling dekat. Lisan disebut anggota badan yang paling dominan menjatuhkan manusia, sampai seseorang bisa dijerumuskan ke neraka karenanya. Al-Ghazali merinci delapan bentuk maksiat lisan satu per satu.

Bab 7

Modul 7: Menjaga Perut, Farji, Tangan, Kaki, dan Penyakit Hati

Bagian ini menghubungkan anggota badan dengan penyakit batin, lalu masuk ke bagian B: menjauhi maksiat hati. Al-Ghazali menyebut manusia memiliki empat sifat yang terkumpul dalam hati, dan menetapkan tiga penyebab utama penyakit hati yang harus dibersihkan lebih dahulu sebelum penyakit lain bisa diobati.

Bab 8

Modul 8: Adab dengan Allah, Guru, Murid, Orang Tua, dan Sesama

Kitab ditutup dengan adab pergaulan, karena ilmu yang benar harus terlihat dalam cara berinteraksi. Hormat kepada Allah semestinya memancar menjadi hormat kepada guru, orang tua, teman, dan masyarakat. Bagian memilih sahabat dibahas cukup panjang karena teman menentukan arah seseorang.

Bab Sebelumnya

Modul 4: Pergi ke Masjid dan Adab Melaksanakan Shalat

Kitab menuntun sampai ke detail suasana ibadah. Perjalanan ke masjid, cara masuk, persiapan shalat, khusyuk, hingga tanggung jawab imam dan makmum semuanya dibahas sebagai latihan merendahkan hati di hadapan Allah.

Bab Berikutnya

Modul 6: Menjaga Mata, Telinga, dan Lisan

Kitab menaruh perhatian besar pada tiga pintu dosa yang paling dekat. Lisan disebut anggota badan yang paling dominan menjatuhkan manusia, sampai seseorang bisa dijerumuskan ke neraka karenanya. Al-Ghazali merinci delapan bentuk maksiat lisan satu per satu.