Perpustakaan Kitab / Terjemah Bidayatul Hidayah / Modul 6: Menjaga Mata, Telinga, dan Lisan
Adab/Tasawuf Bab 6 / 8 Dasar Menengah

Modul 6: Menjaga Mata, Telinga, dan Lisan

Larangan lahiriyah yang paling sering merusak hati.

Di bab menjauhi larangan, kitab menaruh perhatian besar pada pintu-pintu dosa yang paling dekat: mata, telinga, dan lisan. Ini sangat relevan untuk pendidikan anak karena ketiganya aktif setiap hari dan mudah sekali lepas dari kontrol.

Fokus Bab

Larangan lahiriyah yang paling sering merusak hati.

Posisi

Bab 6

Kitab

Terjemah Bidayatul Hidayah

Diperbarui

21 April 2026

Mode Baca

Pilih tampilan belajar

Mode Santri

Menjaga Mata, Telinga, dan Lisan

Di bab menjauhi larangan, kitab menaruh perhatian besar pada pintu-pintu dosa yang paling dekat: mata, telinga, dan lisan. Ini sangat relevan untuk pendidikan anak karena ketiganya aktif setiap hari dan mudah sekali lepas dari kontrol.

Bab Ini Tentang

Larangan lahiriyah yang paling sering merusak hati.

Cara Belajar

Baca pelan, pahami 2-3 inti dulu, lihat contoh, lalu kerjakan latihan sederhana.

Yang Harus Diingat

Inti bab untuk santri

Inti 1

Mata dan telinga adalah pintu masuk banyak kesan yang mempengaruhi hati.

Inti 2

Lisan bisa menghancurkan pahala melalui dusta, ghibah, debat, dan celaan.

Inti 3

Menjaga anggota badan berarti memberi ruang bagi hati untuk tetap bersih.

Kata Kunci

Menundukkan pandanganMenjaga telinga dari hal sia-sia dan haramMenjaga lisan dari dusta, ghibah, dan debat

Contoh Bacaan

Baca contoh yang paling penting

غَضُّ الْبَصَرِ

ghaddul bashar

menundukkan pandangan

الصَّمْتُ

ash-shamtu

diam yang terjaga dari keburukan

Latihan Ringan

Kerjakan sedikit tapi rutin

Latihan 1

Catat satu kebiasaan lisan yang paling sulit kamu jaga.

Latihan 2

Latih aturan kelas: bicara seperlunya, tidak memotong, tidak mengejek.

Catatan Guru

Untuk TPQ, cukup tuntaskan satu bab sekali duduk. Jangan pindah ke bab berikutnya sebelum anak paham inti dan berani membaca contoh.

Urutan Bab

Lanjut belajar dalam kitab ini

Fokus tetap pada kitab yang sama, tidak menampilkan kitab lain.

Bab 1

Modul 1: Niat Mencari Ilmu dan Peta Hidayah

PDF sumber membuka kitab dengan nasihat yang sangat kuat: ilmu tidak boleh dicari untuk pujian dan kebanggaan. Modul ini sengaja dijadikan pintu masuk agar seluruh pelajaran sesudahnya berdiri di atas niat yang lurus.

Bab 2

Modul 2: Bangun Tidur, Kamar Kecil, dan Adab Awal Hari

Bab perintah Allah dalam kitab ini dimulai dari hal yang sangat kecil tetapi sering diabaikan. Justru di situlah letak kekuatan kitab: hidayah dibangun dari kebiasaan harian yang disiplin sejak membuka mata.

Bab 3

Modul 3: Wudhu, Mandi, Tayammum, dan Kebersihan Lahir

Pada bagian ini, kitab mengajarkan bahwa ibadah lahir menuntut kesiapan lahir juga. Wudhu, mandi, dan tayammum tidak hanya dibahas secara hukum, tetapi juga dengan rasa adab dan kehadiran hati.

Bab 4

Modul 4: Pergi ke Masjid dan Adab Melaksanakan Shalat

Bidayatul Hidayah menuntun santri sampai ke detil-detail suasana ibadah. Masjid, saf, shalat, dan cara berdiri di hadapan Allah dijelaskan sebagai latihan merendahkan hati, bukan sekadar bergerak secara fisik.

Bab 5

Modul 5: Amalan Siang-Malam, Jumat, Puasa, dan Menjelang Tidur

Kitab ini tidak membatasi adab pada momen belajar. Siang, malam, Jumat, puasa, dan waktu tidur semuanya dijahit menjadi satu ritme ibadah yang membentuk kedisiplinan ruhani.

Bab 6

Modul 6: Menjaga Mata, Telinga, dan Lisan

Di bab menjauhi larangan, kitab menaruh perhatian besar pada pintu-pintu dosa yang paling dekat: mata, telinga, dan lisan. Ini sangat relevan untuk pendidikan anak karena ketiganya aktif setiap hari dan mudah sekali lepas dari kontrol.

Bab 7

Modul 7: Menjaga Perut, Farj, Tangan, Kaki, dan Penyakit Hati

Bagian ini menghubungkan anggota badan dengan penyakit batin. Kitab menunjukkan bahwa kerakusan perut, langkah ke tempat dosa, dan kesombongan hati sering berjalan beriringan; karena itu keduanya harus dirawat sekaligus.

Bab 8

Modul 8: Adab dengan Allah, Guru, Murid, Orang Tua, dan Sesama

Kitab ditutup dengan adab pergaulan karena ilmu yang benar harus tampak dalam cara berinteraksi. Di sini santri belajar bahwa hormat kepada Allah harus memancar menjadi hormat kepada guru, orang tua, teman, dan masyarakat.

Bab Sebelumnya

Modul 5: Amalan Siang-Malam, Jumat, Puasa, dan Menjelang Tidur

Kitab ini tidak membatasi adab pada momen belajar. Siang, malam, Jumat, puasa, dan waktu tidur semuanya dijahit menjadi satu ritme ibadah yang membentuk kedisiplinan ruhani.

Bab Berikutnya

Modul 7: Menjaga Perut, Farj, Tangan, Kaki, dan Penyakit Hati

Bagian ini menghubungkan anggota badan dengan penyakit batin. Kitab menunjukkan bahwa kerakusan perut, langkah ke tempat dosa, dan kesombongan hati sering berjalan beriringan; karena itu keduanya harus dirawat sekaligus.